Putra Gaddafi: Walau Gagal, Kami Bisa Salurkan 50 Juta Dolar ke Gaza

Saiful Islam Gaddafi, Ketua Gaddafi International Charity and Development Foundation yang mencoba untuk mengirim kapal bantuan ke Gaza, mengatakan dirinya telah mencapai-kesepakatan yang dimediasi Mesir dengan Israel pada hari Rabu kemarin (14/7), yang memungkinkan ia untuk menanamkan 50 juta dolar untuk pembangunan kembali jalur Gaza dan pengiriman bahan bangunan ke Gaza.
"Kami mendapatakan buah anggur, jadi mengapa harus membunuh penjaga kebun anggur?" Kata putra pemimpin Libya Muammar Gaddafi kepada surat kabar berbahasa Arab yang berbasis di London Al-Sharq al-Awsat.
"Kami segera akan mulai menyalurkan 50 juta dolar dalam koordinasi dengan UNRWA untuk mulai membangun kembali Gaza dan mentransfer bantuan kemanusiaan dan bahan bangunan, tanpa ada keberatan dari pemerintah Israel."
Setelah beberapa hari persiapan dan pembicaraan diplomatik intensif, kapal bantuan Libya Rabu malam merapat di pelabuhan El-Arish Mesir.Pejabat Departemen Luar Negeri Israel menyatakan kepuasan mereka dengan hasil positif dari tekanan diplomatik, dan beberapa penumpang kapal itu tampak puas juga dengan hasil kesepakatan yang ada.
"Kami mencetak poin untuk rakyat Palestina dan Jalur Gaza," kata Yussuf Sawani, direktur lembaga amal yang diketuai Gaddafi."Tujuan dari kapal diperoleh tanpa pertumpahan darah."
"Ini adalah kesepakatan yang tidak pernah diharapkan atau diimpikan. UNRWA memberitahu kami bahwa mereka telah gagal untuk menerima satu dolar pun untuk merestorasi Gaza sejauh ini, dan gagal untuk membawa bahkan satu batang besi atau sekarung semen ke Gaza," kata Saiful Islam Gaddafi.
"Kami juga diberitahu bahwa mereka telah mencoba tetapi gagal sepenuhnya dalam pelaksanaan setiap proyek semacam ini karena larangan Israel. Jadi dari aspek praktis, masalah restorasi jalur Gaza telah mati sampai sekarang."
Putra pimpinan Libya ini dalam wawancara dengan media menyatakan dirinya sangat puas. "Melalui kesepakatan yang berhasil dicapai, kita sekarang dapat mengatakan bahwa pembangunan kembali di Jalur telah dimulai. Dalam suatu perjanjian dengan saudara-saudara kita di Mesir, Libya setuju untuk menanamkan 50 juta dolar dalam bantuan kepada Palestina, melalui UNRWA, untuk rekonstruksi dan masuknya bahan bangunan dan pembangunan rumah. "
Ketika ditanya apakah ada kesepakatan Mesir-Israel, Gaddafi menjawab, "Ya. Ada pepatah mengatakan," Apakah Anda ingin anggur atau membunuh penjaga kebun anggur itu? " Terus terang, kami ingin anggur dan kami mendapatkannya - jadi tidak ada alasan untuk menimbulkan masalah.
"Masalahnya bukan konflik dengan angkatan laut Israel, tetapi membangun kembali Gaza dan membantu saudara-saudara Palestina kami. Terutama bila Anda tahu bahwa ada 5.000 rumah hancur di Jalur Gaza dan ribuan orang Palestina tanpa pakaian. Masalahnya musim dingin akan tiba dan mereka masih tetap dalam situasi yang sama. Tapi dengan inisiatif ini mereka akan dapat tinggal di rumah baru mereka. "
Gaddafi juga mengungkapkan bagaimana perjanjian tersebut telah tercapai. "Menteri pertahanan Israel, Ehud Barak, menelepon kepala intelijen Mesir Jenderal Umar Sulaiman. Dan Mesir mencapai kesepakatan dengan Israel, dan kami menerima surat resmi yang mengatakan bahwa mereka setuju untuk memulai dengan menyalurkan sebesar 50 juta dolar untuk restorasi Gaza. Ada koordinasi Mesir-Israel mengenai hal ini, dan jaminan untuk perjanjian ini disediakan oleh Mesir." (fq/ynet)
Lainnya (Arsip)
- Utusan Israel di PBB: Tak Satupun Kapal yang Bisa Mematahkan Blokade Gaza
Kamis, 15/07/2010 13:22 WIB - Dua Jaringan TV AS Tolak Iklan Anti-Masjid "Ground Zero"
Kamis, 15/07/2010 12:24 WIB - Think-Tank Inggris: Perang Dengan Iran akan Menjadi Perang yang Panjang
Kamis, 15/07/2010 12:23 WIB - Berkumpul di Istanbul, Wartawan Internasional Bahas Gugatan Hukum Terhadap Israel
Kamis, 15/07/2010 12:22 WIB - Yusuf Qaradhawi: Umat Islam Saat Ini Secara Agama Terlarang Masuk Israel
Kamis, 15/07/2010 11:41 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




