"The Killing Field" di Irak, Ratusan Ribu Warga Sipil Jadi Korban Invasi AS

Kamis, 10/01/2008 13:45 WIB | Arsip | Cetak

Irak benar-benar menjadi "ladang pembantaian" pasukan AS. Badan kesehatan dunia WHO dalam hasil studi terbarunya menyebutkan, sejak invasi AS ke Irak pada Maret 2003 sampai Juni 2006, telah menewaskan 151. 000 warga sipil di Negeri 1001 Malam itu.

Jumlah korban warga sipil yang dirilis WHO lebih besar dibandingkan jumlah korban menurut perhitungan kementerian kesehatan Irak atau lembaga-lembaga lainnya. Organisasi HAM Iraq Body Count menyebutkan jumlah korban antara 80. 000-87. 000 orang, namun penelitian yang dilakukan Universitas John Hopkins pada tahun 2006, menyebutkan angka 600. 000 korban selama tiga tahun invasi AS ke Irak.

Atas perbedaan angka yang signifikan itu, ahli statitistik WHO, Muhammad Ali yang juga terlibat dalam penelitian WHO mengatakan, banyak ketidakpastian dalam membuat perkiraan jumlah korban. Ia mencontohkan beberapa tempat di Baghdad dan provinsi Anbar yang tidak terjangkau oleh survei karena alasan keamanan. Selain itu, banyak keluarga yang mengungsi, bahkan ke luar negeri sehingga makin menyulitkan untuk mendapatkan hasil survei yang akurat. Akibatnya, margin kesalahan dalam setiap survei relatif tinggi.

Menteri Kesehatan Irak, Saleh al-Hasnawi menyatakan, hasil survei WHO mengindikasikan "besarnya korban tewas sejak awal invasi. Saya percaya dengan angka itu, " katanya pada para wartawan.

Namun Gedung Putih mengatakan, pihaknya tidak mau melihat berapa jumlah korban. Yang patut disalahkan atas jumlah kematian itu adalah para ekstrimis.

WHO mencatat, lebih dari setengah korban yang tewas akibat invasi AS, terjadi di Baghdad. Di awal invasi AS, rata-rata 128 warga sipil Irak tewas setiap harinya. Di tahun kedua invasi, rata-rata 115 orang tewas setiap hari dan pada tahun ketiga meningkat menjadi 126 orang tewas setiap hari..

Sementara itu, sejak perang berkobar hingga saat ini, dilaporkan 4. 000 tentara AS dan 174 tentara Inggris tewas. Sedangkan dari pihak militer Irak, tidak ada data yang akurat jumlah personel yang tewas. Ada yang menyebut angka 4. 900 ada yang menyebut 6. 375 orang. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang