Rachel Corrie Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Ramallah

Warga Palestina dan sejumlah aktivis perdamaian di Palestina menggelar acara untuk memperingati tujuh tahun wafatnya Rachel Corrie, seorang aktivis perdamaian asal AS yang tewas dilindas buldoser tentara Israel saat memprotes penggusuran rumah milik warga Palestina di Jalur Gaza pada tahun 2003.
Acara peringatan di gelar di wilayah pendudukan di Tepi Barat, termasuk di kota Ramallah yang dihadiri oleh kedua orang tua Corrie. Kehadiran orang tua Corrie sekaligus untuk menyaksikan penyematan nama jalan di Ramallah yang menggunakan nama puterinya, sebagai penghormatan atas keberanian Corrie membela warga Palestina dari ancaman tentara-tentara Israel.
Kebetulan, kedua orang tua Corrie, Craig dan Cindy Corrie sedang berada di Israel terkait gugatan hukum mereka terhadap pemerintah Israel atas kematian Corrie, yang sudah masuk dalam tahap mendengarkan gugatan di pengadilan. Rachel Corrie adalah aktivis perdamaian dari organisasi International Solidarity Movement.Ia sedang berdiri di depan rumah seorang warga Palestina, untuk menghalangi tentara Israel yang ingin menghancurkan rumah itu. Tapi tentara Israel menabrak dan melindas Corrie hingga meninggal dunia.
International Solidarity Movement mengatakan, sekitar 50 warga Palestina, media massa dan aktivis internasional menghadiri peresmian nama jalan Rachel Corrie di kota Ramallah. Peringatan mengenang Rachel Corrie juga dilakukan oleh siswa sekolah menengah pertama di Tulkarim. Mereka melakukan aksi jalan kaki ke sebuah tugu peringatan tempat Corrie dilindas dan membuat proyek penelitian tentang kehidupan dan tragedi yang menyebabkan meninggalnya Corrie.
Dalam pidatonya, ibu Corrie menyatakan bahwa puterinya menjadi simbol perjuangan anti-penjajahan. Ia juga menyampaikan rasa terima kasihnya pada rakyat Palestina yang telah mengenal dan menyayangi Corrie selama tujuh tahun belakangan ini. Cindy Corrie mengatakan bahwa rakyat Palestina selalu memberikan dukungan padanya meski rakyat Palestina sendiri masih mengalami penderitaan akibat penjajahan Zionis Israel. (ln/imemc)
Lainnya (Arsip)
- Spiegel: Arab Saudi, Sekutu Baru Israel di Kawasan Teluk
Kamis, 18/03/2010 14:47 WIB - Wilders Mencoreng Muka Belanda Di Dunia Internasional
Kamis, 18/03/2010 14:00 WIB - Rabbi Weiss: Pembukaan Sinagog Di dekat Masjid Al-Asha Tidak Berdasar
Kamis, 18/03/2010 13:47 WIB - Soal Bin Ladin, Pejabat AS Tak Kompak
Kamis, 18/03/2010 13:41 WIB - Adakah Pemakaman Muslim Untuk Muslim Swiss?
Kamis, 18/03/2010 11:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




