Radioaktif Dari Persenjataan AS Ancam Kesehatan Rakyat Irak

Rabu, 26/08/2009 10:29 WIB | Arsip | Cetak

Agresi militer AS ke Irak menyisakan derita panjang bagi rakyat Negeri 1001 Malam itu. Kini, kesehatan rakyat Irak terancam akibat sisa-sisa zat radioaktif yang berasal dari amunisi dan persenjataan perang.

Menteri Lingkungan Hidup Irak, Narmin Othman Hasan mengatakan, situasi keamanan yang masih rawan dan minimnya dana menjadi kendala bagi pemerintah Irak untuk membersihkan tempat-tempat di seluruh Irak yang terkontaminasi radioaktif.

Sementara ini, pemerintah Irak baru bisa menyingkirkan rongsokan-rongsokan yang berasal dari tank-tank dan kendaraan tempur lainnya yang hancur dan terkontaminasi zat uranium. "Kami baru menemukan 80 persen lokasi yang terkontaminasi, masih banyak area yang belum kami jangkau karena masalah keamanan," kata Othman Hassan.

Sisa-sisa zat berbahaya uranium yang mengandung radioaktif itu berasal dari amunisi yang digunakan pasukan AS sejak Perang Teluk tahun 1991 dan invasi AS ke negeri itu tahun 2003. Menurut kementerian lingkungan hidup Irak, pencemaran lingkungan akibat bahan radioaktif di Irak meningkat dua kali lipat dan diduga menjadi penyebab berbagai problem kesehatan rakyat Irak, mulai dari munculnya penyakit kanker sampai lahirnya bayi-bayi dalam kondisi cacat.

Kementerian Lingkungan Hidup membutuhkan dana milyaran dollar untuk mengatasi kerusakan lingkungan akibat radioaktif tersebut, tapi anggaran yang mereka dapatkan hanya sekitar 100 juta dollar saja. Menurut Othman Hassan, pihak masih terus melakukan penelitian sejauh mana radiasi radioaktif itu telah mempengaruhi kondisi kesehatan rakyat Irak.

"Yang jelas, semua radiasi itu sangat berbahaya. Laporan-laporan media massa tentang dampak negatif sisa-sisa zat uranium bagi kesehatan sudah membuat rakyat Irak panik," ujar Othman.

Ia menambahkan, untuk membersihkan sisa-sisa bahan radioaktif tidak cukup hanya dengan pembuangan tapi harus ada perlakuan khusus. "Kita tidak bisa hanya membawa rongsokan tank dan membuangnya, tapi rongsokan-rongsokan itu harus ditangani lagi dan itu butuh waktu lama," tukas Othman. (ln/mol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang