Rakyat Afghan Memilih Taliban

Selasa, 14/07/2009 09:17 WIB | Arsip | Cetak

Ketika pasukan tentara Inggris memasuki berbagai pedesaan di Afghanistan, mereka mendengar  teriakan yang begitu jelas dari para penduduknya, “Demi Allah, jangan bawa polisi Afghanistan kemari!”

Pasukan AS dan Inggris saat ini tengah melancarkan operasi di daerah Helmand, sebagai upaya pengambilan wilayah itu dari tangan Mujahidin Taliban. Di Helmand, Taliban memang menguasai sebagian besar wilayahnya. Setelah benar-benar memasuki daerah itu, para tentara AS dan Inggris menemukan sesuatu yang mengejutkan tersebut.

Para penduduk Afghanistan mengatakan bahwa polisi pemerintah Afghan selalu bertindak brutal dan culas. Di waktu yang sama justru mereka mengatakan bahwa pejuang Taliban adalah mereka yang selama ini memperhatikan dan menolong rakyat.

“Para polisi menghentikan motor yang sedang jalan, memukul pengendaranya dan mengambil uang mereka,” kata Mohammad Gul. Ia adalah seorang tokoh di desa Pankela di mana pasukan tentara Inggris menetap di sana selama tiga hari.

Gul juga menuturkan bahwa dua anak lelaki tetangganya ditangkap oleh polisi lokal dan menjadi obyek pelecehan seksual. “Jika anak-anak bermain di luar, para polisi akan datang dan memerkosa mereka.” tambah Gul. “Anda bisa pergi ke kantor mereka dan melihat banyak anak-anak kecil di sana. Mereka akan terus menahan anak-anak itu sampai nafsu seksualnya terpuaskan, barulah kemudian mereka melepaskan anak-anak itu.”

Mohammed Rasul, seorang penduduk desa yang sudah tua, berkata, “Ketika Taliban berada di desa ini, semua penduduk senang. Taliban tidak pernah mengganggu hidup kami.”

Sebelum ada Taliban, polisi Afghan memang seperti tiran. Mereka mendatangi ruma-rumah dan merampoknya. Mereka sangat brutal, opresif, dan tidak berprikemanusiaan. Tidak heran jika rakyat Afghan lebih memilih Taliban. (sa/poj)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang