Rakyat Afghanistan Inginkan Penerapan Syariah Islam

Senin, 04/01/2010 08:00 WIB | Arsip | Cetak


The Washington Post bahwa saat ini di setiap distrik di Afghanistan terdiri dari dua otoritas yang berbeda. Pertama, kewenangan yang ditunjuk oleh Karzai dan didukung oleh ribuan militer untuk mengelola pemerintahan pada siang hari, dan membuat dirinya sebagai bagian dari bantuan dari luar negeri.

Sementara otoritas kedua adalah kewenangan yang ditunjuk oleh pemimpin Taliban, yang diburu oleh militer AS, dan orang-orang ini menyelinap ke distrik di waktu malam dan mereka hanya mengeluarkan keputusan-keputusan hukum berbagai dokumen resmi di bawah nama Pemerintah Islam Afghanistan.

Taliban telah membentuk pemerintah bayangan, di mana ada penguasa, kepala polisi dan kepala distrik. Dalam hal ini, hakim mereka lebih berpengaruh di tengah-tengah masyarakat daripada para hakim pemerintahan Karzai yang culas dan korup.

Kata koresponden Gharif Witt, dalam kolomnya, "misi Amerika sekarang menjadi lebih kompleks, terutama di banyak kabupaten di Afghanistan yang telah memutuskan berada di bawah kekuasaan Taliban, yang tegas dan kritis terhadap korupsi, sementara ketidakmampuan dan ketidakmampuan yang jelas pada orang-orang yang ditunjuk oleh Karzai. "

Witt melanjutkan, "Saya telah mendengar orang-orang di Kandahar menyatakan kepuasan mereka terhadap para hakim dari Taliban. Mereka mengatakan bahwa hukum Islam mengentaskan semua masalah mereka lebih cepat. Tentu saja, ketika Anda mengajukan masalah Anda kepada hakim, Anda harapan untuk memperoleh solusi instan. Namun, jika Anda mengajukan masalah yang sama ke pengadilan pemerintah Karzai, itu akan memakan waktu satu atau dua tahun, atau bahkan lebih buruk lagi: tidak ada solusi sama sekali . Sedangkan, jika masalahnya diserahkan kepada Taliban, hanya butuh satu jam untuk mencapai keputusan. "

Inilah kenyataan sebenarnya dari masyarakat Afghanistan, sejauh ini yang mereka inginkan pelaksanaan syari'at Islam. Nah, dengarkanlah itu, Mr. Hamid Karzai! (sa/poj)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang