Rakyat Afghanistan Inginkan Penerapan Syariah Islam

The Washington Post bahwa saat ini di setiap distrik di Afghanistan terdiri dari dua otoritas yang berbeda. Pertama, kewenangan yang ditunjuk oleh Karzai dan didukung oleh ribuan militer untuk mengelola pemerintahan pada siang hari, dan membuat dirinya sebagai bagian dari bantuan dari luar negeri.
Sementara otoritas kedua adalah kewenangan yang ditunjuk oleh pemimpin Taliban, yang diburu oleh militer AS, dan orang-orang ini menyelinap ke distrik di waktu malam dan mereka hanya mengeluarkan keputusan-keputusan hukum berbagai dokumen resmi di bawah nama Pemerintah Islam Afghanistan.
Taliban telah membentuk pemerintah bayangan, di mana ada penguasa, kepala polisi dan kepala distrik. Dalam hal ini, hakim mereka lebih berpengaruh di tengah-tengah masyarakat daripada para hakim pemerintahan Karzai yang culas dan korup.
Kata koresponden Gharif Witt, dalam kolomnya, "misi Amerika sekarang menjadi lebih kompleks, terutama di banyak kabupaten di Afghanistan yang telah memutuskan berada di bawah kekuasaan Taliban, yang tegas dan kritis terhadap korupsi, sementara ketidakmampuan dan ketidakmampuan yang jelas pada orang-orang yang ditunjuk oleh Karzai. "
Witt melanjutkan, "Saya telah mendengar orang-orang di Kandahar menyatakan kepuasan mereka terhadap para hakim dari Taliban. Mereka mengatakan bahwa hukum Islam mengentaskan semua masalah mereka lebih cepat. Tentu saja, ketika Anda mengajukan masalah Anda kepada hakim, Anda harapan untuk memperoleh solusi instan. Namun, jika Anda mengajukan masalah yang sama ke pengadilan pemerintah Karzai, itu akan memakan waktu satu atau dua tahun, atau bahkan lebih buruk lagi: tidak ada solusi sama sekali . Sedangkan, jika masalahnya diserahkan kepada Taliban, hanya butuh satu jam untuk mencapai keputusan. "
Inilah kenyataan sebenarnya dari masyarakat Afghanistan, sejauh ini yang mereka inginkan pelaksanaan syari'at Islam. Nah, dengarkanlah itu, Mr. Hamid Karzai! (sa/poj)
Lainnya (Arsip)
- Fatwa Al Azhar Terkait Tembok Baja Mesir "Cacat Hukum"
Senin, 04/01/2010 05:26 WIB - Angkatan Laut Turki Kawal Rombongan Viva Palestina 3
Senin, 04/01/2010 05:25 WIB - Negara-Negara Arab Hentikan Kucurkan Dana ke Yayasan Clinton
Senin, 04/01/2010 05:25 WIB - Gila, Al-Azhar Dukung Pembangunan Tembok "Neraka Gaza"
Minggu, 03/01/2010 17:17 WIB - Akef: Mundurnya Habib Tidak Akan Membuat Perpecahan di Tubuh Ikhwan
Minggu, 03/01/2010 10:32 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




