Rakyat AS Mencari Suaka Ke Inggris, Benarkah AS Negara Bebas?

Mereka berasal dari negara yang bebas, rumah yang nyaman, sebuah tempat di mana bisa dikatakan bahwa semua orang bisa makmur tanpa memandang warna kulit, keyakinan atau agama. Tapi jangan salah, puluhan orang Amerika dikabarkan berusaha untuk mendapatkan suaka di Inggris dalam beberapa tahun terakhir, dengan klaim mereka telah dianiaya di tanah air mereka. Begitu menurut angka yang dirilis Guardian oleh Freedom of Information Act.
Statistik menunjukkan bahwa antara tahun 2004 dan 2008, 45 orang Amerika mengajukan aplikasi suaka yang diajukan ke UK Border Agency, mengklaim bahwa mereka melarikan diri dari Amerika Serikat dan tidak akan kembali karena mereka ketakutan akan penganiayaan. Lima belas orang Kanada juga melakukan hal yang sama. Namun semua aplikasi itu yang berjumlah 60 orang, ditolak.
Sebuah sumber pemerintah AS mengatakan kemungkinan besar aplikasi yang diajukan oleh warga Amerika itu merupakan "pengungsi politik" yang menghadapi diskriminasi di bawah administrasi pemerintahan terakhir. Aplikasi dari AS memuncak pada tahun 2008, tahun terakhir George Bush.
Apa alasan orang-orang ini meminta suaka politik? Seseorang yang mengaku sebagai pengungsi Amerika menyebutkan meminta suaka politik kepada Skotlandia karena ia telah "dianiaya sebagai pembangkang politik."
Liza Schuster, sebuah ahli suaka dari departemen sosiologi di City University, berkata: "Saya tidak tahu rincian kasus-kasus itu. Hal ini, seperti yang jelas tertera dari angka-angka, sangat tidak lazim, karena relatif mudah bagi orang-orang untuk meninggalkan negara mereka dan menetap di tempat lain. Kenapa tidak langsung saja mengajukan permohonan untuk visa kerja dan memperbaharui dan kemudian mengajukan permohonan untuk tinggal tetap?
Menurut Home Office angka sebagian besar pengaju aplikasi suaka dari Amerika Serikat dan Kanada berusia antara 18 dan 59, meskipun sejumlah kecil para pencari suaka Amerika ada juga yang berusia lebih dari 60.
The Refugee Council, organisasi terbesar di Inggris yang bekerja sama dengan pencari suaka dan pengungsi, mengatakan telah membantu 18 Amerika dan dua pencari suaka Kanada antara 2004 dan 2008. Berkisar orang-orang dewasa usia 29-59 dengan rata-rata usia 44. Amerika telah tergantung anak-anak berusia sembilan di bawah 16. (sa/guardian)
Lainnya (Arsip)
- Rekomendasi: Universitas di Jerman Harus Punya Jurusan Studi Islam
Selasa, 02/02/2010 09:53 WIB - Strategi Terbaru Pentagon Berfokus pada Serangan Cyber
Selasa, 02/02/2010 09:07 WIB - Kunjungan Rahasia Kepala CIA ke Israel
Selasa, 02/02/2010 08:36 WIB - PM Italia: Masa Depan Negara Yahudi Berada di Uni Eropa
Selasa, 02/02/2010 08:03 WIB - Walikota di Swedia Kutuk Zionisme
Senin, 01/02/2010 16:00 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




