46 Persen Rakyat Israel Tidak Percaya Obama

Pandangan rakyat Israel terhadap Obama tetap negatif, meskipun Presiden AS itu sudah menegaskan dukungan keamanan bagi Israel,yang sifatnya permanen. Kunjungan Netanyahu ke Washington belum lama ini, dinilai positip, tetapi dinilai gagal mencapai tujuannya.
Kalangan rakyat Israel menyakini bahwa pemerintahan Obama, dinilai lebih pro terhadap Palestina. Di mana dari hasil jajag pendapat menyatakan lebih 46 persen rakyat Israel lebih menyakini sejatinya Obama lebih Palestina, ketimbang kepada Israel. Selanjutnya, jajag pendapat yang diselenggarakan sebuah lembaga yang berada di bawah Koran Jerusalem Post, menyebutkan hanya 10 persen yang menyakini bahwa Obama itu mendukung Israel. Selebihnya, 34 persen yang tidak bersikap (netral).
Polling itu mewakili 515 persen Yahudi Israel, yang menjadi sampel dalam survei, termasuk dikalangan ramaja Yahudi, dan hanya 4.4 persen yang eror. Jajak pendapat yang diselenggarakan untuk menilai bagaimana pendapat rakyat Israel terhadap Obama, sesudah bertemu dengan Obama? Tetapi, mayoritas rakyat Israel tetap tidak percaya terhadap Obama mendukung Israel, kaitannya dangan kasus Palestina. Meskipun, dalam pertemuan itu, nampak Obama tidak terlalu mendesak Netanyahu, khususnya dalam upaya-upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.
Meskipun, pertemuan antara Netanyahu dengan Obama di Gedung Putih, kali lebih menunjukkan persabatan, tetapi rakyat Israel tetap tidak merasa optimis dengan Obama. Hal itu, berlangsung tidak lama sesudah Netanyahu memberikan wawancaranya dengan pada stasiun telivisi Israel.
Polling yang diselenggarakan oleh Jerusalem Post itu, menunjukkan pandangan rakyat Israel yang semakin menyakini bahwa Obama lebih berat kepada Palestina itu semakin meningkat, dari hanya 14 persen, sekarang dapat mencapai 50 persen.
Artinya, Obama yang sudah sangat membela Israel itu, tetap di mata rakya Israel sebagai kepala negara yang mendukung Palelstina, dibandingkan dengan mendukung Israel. Ini hanya salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Israel, lembaga publik untuk terus menekan Obama, supaya jangan terlalu jauh mendukung Palestina, melalui sebuah isu perdamaian. Israel tidak menginginkan itu. (m/jp)
T
Lainnya (Arsip)
- Murtadin AS Kampanyekan Tolak Hukuman Mati Bagi Muslim yang Murtad
Jumat, 16/07/2010 15:44 WIB - Otoritas Palestina Minta Turki Boikot Produk Israel
Jumat, 16/07/2010 15:43 WIB - Warga Palestina Sesegera Mungkin Wajib Sumpah Setia Kepada Negara Yahudi
Jumat, 16/07/2010 14:33 WIB - Apakah Netanyahu Membagi Jerusalem?
Jumat, 16/07/2010 14:01 WIB - Karzai 'Manut' Atas Permintaan AS Untuk Persenjatai Penduduk Lokal Afghan
Jumat, 16/07/2010 13:44 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




