46 Persen Rakyat Israel Tidak Percaya Obama

Jumat, 16/07/2010 15:46 WIB | Arsip | Cetak

Pandangan rakyat Israel terhadap Obama tetap negatif, meskipun Presiden AS itu sudah menegaskan dukungan keamanan bagi Israel,yang sifatnya permanen. Kunjungan Netanyahu ke Washington belum lama ini, dinilai positip, tetapi dinilai gagal mencapai tujuannya.

Kalangan rakyat Israel menyakini bahwa pemerintahan Obama, dinilai lebih pro terhadap Palestina. Di mana dari hasil jajag pendapat menyatakan lebih 46 persen rakyat Israel lebih menyakini sejatinya Obama lebih Palestina, ketimbang kepada Israel. Selanjutnya, jajag pendapat yang diselenggarakan sebuah lembaga yang berada di bawah Koran Jerusalem Post, menyebutkan hanya 10 persen yang menyakini bahwa Obama itu mendukung Israel. Selebihnya, 34 persen yang tidak bersikap (netral).

Polling itu mewakili 515 persen Yahudi Israel, yang menjadi sampel dalam survei, termasuk dikalangan ramaja Yahudi, dan hanya 4.4 persen yang eror. Jajak pendapat yang diselenggarakan untuk menilai bagaimana pendapat rakyat Israel terhadap Obama, sesudah bertemu dengan Obama? Tetapi, mayoritas rakyat Israel tetap tidak percaya terhadap Obama mendukung Israel, kaitannya dangan kasus Palestina. Meskipun, dalam pertemuan itu, nampak Obama tidak terlalu mendesak Netanyahu, khususnya dalam upaya-upaya mewujudkan perdamaian di Timur Tengah.

Meskipun, pertemuan antara Netanyahu dengan Obama di Gedung Putih, kali lebih menunjukkan persabatan, tetapi rakyat Israel tetap tidak merasa optimis dengan Obama. Hal itu, berlangsung tidak lama sesudah Netanyahu memberikan wawancaranya dengan pada stasiun telivisi Israel.

Polling yang diselenggarakan oleh Jerusalem Post itu, menunjukkan pandangan rakyat Israel yang semakin menyakini bahwa Obama lebih berat kepada Palestina itu semakin meningkat, dari hanya 14 persen, sekarang dapat mencapai 50 persen.

Artinya, Obama yang sudah sangat membela Israel itu, tetap di mata rakya Israel sebagai kepala negara yang mendukung Palelstina, dibandingkan dengan mendukung Israel. Ini hanya salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah Israel, lembaga publik untuk terus menekan Obama, supaya jangan terlalu jauh mendukung Palestina, melalui sebuah isu perdamaian. Israel tidak menginginkan itu. (m/jp)

T

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang