Ramadhan dan Sinetron Negara Arab

Kamis, 27/08/2009 04:18 WIB | Arsip | Cetak

Ada fenomena di Arab yang pantas membuat kening berkerut. Utamanya pas bulan Ramadhan dan di Arab Saudi. Setiap bulan suci ini, saluran-saluran televisi berlomba-lomba menayangkan opera sabun atau sinetron atau telenovela. Jumlahnya? Untuk Ramadhan tahun ini yang baru berlangsung 5 hari ini saja sudah mencapai 157 serial!

Reem Mohammad, 26, seorang perempuan asal Jeddah, setiap harinya bisa menonton 7 sampai 9 serial sinetron. “Kebanyakan yang saya tonton berasal dari Mesir. Saya tidak suka serial dari Syria atau Kuwait.” Ujarnya. Reem menonton sinetron di sela-sela mengerjakan Tarawih dan tilawah Al Quran.

Sementara, Doha Turki, seorang ibu dari tiga orang anak, mengatakan sangat menyukai sinetron. Namun Ramadhan sekarang ini, ia membatasi diri. “Saya mengerjakan bisnis di rumah, jadi saya sangat sibuk. Saya hanya menonton empat serial saja.” paparnya. Saat ini, Doha sedang menghafal enam juz Al Quran.

Menanggapi hal ini, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Syeikh, ulama besar kerajaan sudah mengeluarkan imbauan dengan mengatakan bahwa sinetron dan program teve ini sesuatu yang “berbahaya.” Ulama Saudi menyarankan untuk menjauhi tontonan ini.

Lama Yaseen, 27, percaya bahwa menonton serial ini hanya membuang waktu saja. “Saya tak pernah nonton sinetron. Semuanya sama dan tak ada yang baru.” argumennya. (sa/arbnews)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang