Ramadhan dan Sinetron Negara Arab
Ada fenomena di Arab yang pantas membuat kening berkerut. Utamanya pas bulan Ramadhan dan di Arab Saudi. Setiap bulan suci ini, saluran-saluran televisi berlomba-lomba menayangkan opera sabun atau sinetron atau telenovela. Jumlahnya? Untuk Ramadhan tahun ini yang baru berlangsung 5 hari ini saja sudah mencapai 157 serial!
Reem Mohammad, 26, seorang perempuan asal Jeddah, setiap harinya bisa menonton 7 sampai 9 serial sinetron. “Kebanyakan yang saya tonton berasal dari Mesir. Saya tidak suka serial dari Syria atau Kuwait.” Ujarnya. Reem menonton sinetron di sela-sela mengerjakan Tarawih dan tilawah Al Quran.
Sementara, Doha Turki, seorang ibu dari tiga orang anak, mengatakan sangat menyukai sinetron. Namun Ramadhan sekarang ini, ia membatasi diri. “Saya mengerjakan bisnis di rumah, jadi saya sangat sibuk. Saya hanya menonton empat serial saja.” paparnya. Saat ini, Doha sedang menghafal enam juz Al Quran.
Menanggapi hal ini, Syeikh Abdul Aziz bin Abdullah Al-Syeikh, ulama besar kerajaan sudah mengeluarkan imbauan dengan mengatakan bahwa sinetron dan program teve ini sesuatu yang “berbahaya.” Ulama Saudi menyarankan untuk menjauhi tontonan ini.
Lama Yaseen, 27, percaya bahwa menonton serial ini hanya membuang waktu saja. “Saya tak pernah nonton sinetron. Semuanya sama dan tak ada yang baru.” argumennya. (sa/arbnews)
Lainnya (Arsip)
- Miss Universe Mesir dan Lebanon: Ketika Bikini dan Perempuan Mengganti Bom dan Teroris
Rabu, 26/08/2009 17:12 WIB - Fatwa Aneh Lembaga Fatwa Mesir : Pemain Bola Boleh Tidak Berpuasa
Rabu, 26/08/2009 15:09 WIB - AI: Militer Philipina Culik dan Siksa Pengungsi Muslim Moro
Rabu, 26/08/2009 14:31 WIB - Selama Ramadan, Taj Mahal Dibuka untuk Kaum Muslimin
Rabu, 26/08/2009 13:01 WIB - Pengurus Masjid Boleh Tangkap Muslim Yang Minum Minuman Keras
Rabu, 26/08/2009 12:20 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




