Rand Corp: Ribuan Veteran Perang Irak dan Afghanistan Alami Gangguan Mental

Jumat, 18/04/2008 18:31 WIB | Arsip | Cetak

Ini sebenarnya bukan fakta baru, tapi memperkuat fakta yang sudah ada saja. Penelitian Rand Corporation mengungkap fakta tentang penderitaan tentara AS yang ditempatkan di Irak dan Afghanistan.

Rand Corporation menyimpulkan sekitar 300 ribu pasukan veteran AS di Irak dan Afghanistan, mengalami gangguan mental serius. Tapi dari jumlah itu hanya separuhnya saja yang melakukan pengobatan atas penyakit yang mereka derita.

Dalam kajian yang dilakukan sejak hari Kamis (17/4), Rand Corp menyebutkan ada 320 ribu orang tentara AS yang mengalami depresi selama mereka ditugaskan di Irak dan Afghanistan. Namun penelitian itu tidak sampai mengungkap tingkat depresi yang dialami, tapi hanya berupa laporan umum terkait penyakit mental yang diderita pasukan AS.

Dalam kajian non-pemerintah yang dianggap paling luas segmennya itu disampaikan bahwa kondisi gangguan mental menimpa 18, 5% dari sekitar satu setengah juta pasukan AS yang pernah ditugaskan di daerah operasi militer Irak dan Afghanistan. Jumlah ini dianggap sebagai jumlah yang mendekati jumlah dalam kajian sebelumnya. Kajian Rand Corp pada tahun 2007 menyebutkan bahwa 17, 9% pasukan AS mengalami depresi dan pada tahun 2006, 19, 1% pasukan AS mengalami depresi.

Akan tetapi kajian yang tertuang dalam 500 halaman itu melakukan penelitian terhadap 1.900 pasukan AS baik dari angkatan udara maupun darat. Disebutkan bahwa baru separuh dari total jumlah pasukan yang mengalami gangguan mental kini sudah menjalani perawatan. Diduga kuat, gangguan mental itu disebabkan tekanan kejiwaan yang hebat saat mereka bertugas, akibat serangan pejuang, atau mereka terluka atau juga melihat rekannya terluka parah sehingga memunculkan gangguan pikiran. Bentuk gangguan itu, bisa berupa kemunculan emosi dan kemarahan tiba-tiba, sikap paranoid, sulit tidur, atau sangat temperamental.

Terri Tanielian, salah satu peneliti dalam Rand Corp mengatakan, “Ada krisis besar yang dihadapi tentara pria dan perempuan yang pernah ditugaskan di Irak dan Afghanistan. Bila mereka tidak mendapatkan perawatan serius, diyakini akan ada dampak yang menimpa mereka dalam jangka panjang akibat depresi yang mereka diderita.” (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang