Rashida Tlaib: Saya akan Bawa Sajadah ke Kantor

Kamis, 13/11/2008 15:24 WIB | Arsip | Cetak

"Allah telah memilih saya untuk pekerjaan ini, yang tidak saya ketahui sebelumnya," itulah komentar Rashida Tlaib, 32, saat terpilih sebagai anggota legislatif di negara bagian Michigan, AS.

Ia kini menjadi muslimah pertama yang menjadi anggota legislatif di negara bagian itu. Perempuan keturunan Palestina ini dengan mudah mengalahkan saingannya dari Partai Republik dengan perbedaan perolehan suara cukup tajam, 9-1 untuk Rashida, dalam pemilihan anggota legislatif Michigan yang bertepatan dengan pemilu presiden tanggal 4 November kemarin.

Rashida banyak mendapat dukungan suara dari kalangan kulit hitam dan Hispanik yang memang banyak tinggal di daerah pemilihannya, Distrik Detroit. Menurutnya, mereka yang memberikan dukungan suara padanya tertarik dengan komitmennya pada layanan-layanan sosial dan bukan karena latar belakang agama atau etnisnya.

"Konstituen saya dari kalangan Arab Muslim cuma ada 2 persen. Kebanyakan pemilih berasal dari kalangan warga Latin Amerika yang jumlahnya mencapai 40 persen dan warga Afrika Amerika yang jumlahnya sekitar 25 persen," jelas Rashida

"Tapi 90 persen memilih saya, yang memberikan sinyal yang kuat bagi optimisme Muslim Amerika bahwa, jika seorang Muslim atau seorang perempuan ingin mencapai sesuatu, dia harus bekerja keras dan jujur," tukas perempuan yang berprofesi sebagai pengacara dan aktivis kemasyarakat ini.

"Orangtua saya mengajarkan pentingnya kerja keras, kejujuran dan komitmen. Nilai-nilai itulah yang sekarang membuat saya terpilih dan mendapatkan posisi yang prestisius di Dewan Legislatif Michigan, dimana saya harus mewakili komunitas yang beragam mulai dari warga Latin, Afrika Amerika dan Arab," kata Rashida bangga.

Perempuan yang lahir di Michigan ini adalah anak tertua dari 13 bersaudara pasangan Palestina kelahiran kota Ramallah, Tepi Barat yang berimigrasi ke AS di awal tahun 1970-an. Rashida mengaku tidak bermimpi suatu saat akan terjun ke dunia politik. Ia ikut mencalonkan diri dalam pemilihan anggota Dewan atas dorongan Steve Tobocman, anggota dewan dari Partai Demokrat yang juga atasannya, dimana ia bekerja sebagai salah seorang staff di kantor Tobocman.

Meski demikian, Rashida mengakui banyak propaganda negatif yang dilakukan media lokal, yang mengatakan bahwa ia seorang ekstrimis Muslim dan akan membawa dampak negatif jika terpilih. Belum lagi tudingan bahwa ia hanyak akan bekerja untuk membela hak-hak komunitas Muslim.

"Tapi saya tidak peduli dan tidak pernah menyerang tujuh orang saingan saya. Saya terus bekerja keras, berkampanye dari rumah ke rumah dan saya pikir, kampanye saya yang agresif itu, ke sekitar 8.000 rumah, yang membuat saya berhasil," ujar Rashida yang berlatar belakang pendidikan sarjana ilmu politik dan hukum ini.

Rashida dan suaminya, hidup bahagia dengan anak lelaki mereka bernama Fayez. Ia juga masih membantu pendidikan adik-adiknya. Sayangnya, sebagai seorang Muslimah, Rashida belum mengenakan jilbab. Tapi ia mengaku tetap menjalankan ajaran Islam, salat lima waktu.

"Meski saya tidak mengenakan jilbab, saya menjalankan salat lima waktu setiap hari dan saya akan membawa sajadah saya ke kantor di Lansing," kata Rashida.

"Saya yakin, mengenakan jilbab atau menjalankan ajaran Islam tidak menjadi halangan di sini untuk mencapai tujuan kita, yang penting adalah komitmen dan usaha yang tekun."

"Seperti kalangan imigran Amerika lainnya, keluarga saya juga punya 'impian Amerika' dan sekaran impian itu terwujud. Saya sendiri merasa cukup beruntung, bisa melayani masyarakat dimana saya dibesarkan dan sudah menjadikan saya sebagai perwakilan perempuan seperti saya sekarang," sambung Rashida. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang