Ribuan Nyawa Anak-Anak Irak Terancam, Akibat Tak Ada Obat

Senin, 22/01/2007 15:00 WIB | Arsip | Cetak

Penderitaan rakyat Irak mulai memasuki masa kritis dari sisi kesehatan, hingga berpotenisi menimbulkan banyak kematian.

Kondisi ini bukan hanya terjadi sejak invasi AS di Irak, melainkan sejak penolakan Barat terhadap kepemimpinan Saddam Husein yang kemudian melakukan blokade ekonomi atas Irak. Sejak tahun 1990-an sampai sekarang, hukuman berupa embargo ekonomi itu tak kunjung dicabut. Padahal, Saddam Husein, sang mantan Presiden Irak itu sudah wafat.

Tudinganpun mulai diarahkan ke AS dan sekutunya Inggris. Sekitar 100 orang dokter berkebangsaan Irak dan Inggris mengirimkan surat kepada PM Inggris Tony Blair. Isinya menuduh Washington dan London bertanggung jawab atas wafatnya ribuan anak-anak Irak yang tadinya terluka tapi tidak mendapat perawatan memadai di rumah sakit. Mereka juga menuding bahwa banyak pasien yang menderita sakit di berbagai rumah sakit Irak kondisinya semakin parah karena sangat kekurangan obat dan tidak memperoleh dokter yang bisa menangani mereka. Kondisi seperti itu, tambah mereka, terjadi sejak dimulainya invasi AS atas Irak di tahun 2003.

Surat ini dipublikasikan oleh The Independent, harian Inggris. Menteri Pembangunan Nasional Hillary Ben menjawab surat itu dengan menyampaikan rasa kegalauannya saat membaca isinya. Ia mengakui adanya banyak permasalahan dalam pemberian bantuan kesehatan di Irak, tapi ia mengaku bertanggung jawab atas kondisi yang kini dialami pemerintah Irak.

Sesuai perjanjian Jenewa, Inggris memang layak dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pembantaian dalam perang, karena Inggris telat dalam memberi pengobatan terhadap anak-anak yang menjadi korban perang.

Para dokter itu juga menyampaikan suratnya ke Jenewa dan mengatakan, “Seluruh kekuatan militer yang ada di Irak harus memelihara bantuan kesehatan bagi rakyat yang dijajahnya. Ini yang tidak dilakukan oleh militer yang ada di Irak sampai saat ini, sehingga mengakibatkan kegagalan pelayanan rumah sakit bagi anak-anak yang mengalami situasi sangat memprihatinkan.”

Sementara itu, Dewan Keamanan PBB juga telah mengakui pada tahun 2003 dalam resolusi nomor 1483, bahwa militer AS dan sekutunya, termasuk Inggris, adalah pihak penjajah di Irak. (na-str/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang