Ribuan Orang di Kosovo Berdemo Menentang Larangan Jilbab

Sabtu, 19/06/2010 08:33 WIB | Arsip | Cetak

Sekitar 5.000 orang melakukan demontrasi di Kosovo pada hari Jumat kemarin (18/6) mengecam keputusan pemerintah yang melarang siswi sekolah mengenakan jilbab di sekolah-sekolah umum.

Sekitar 90 persen penduduk Kosovo adalah Muslim, tetapi bekas provinsi Serbia ini, yang menyatakan kemerdekaan pada tahun 2008, tetap menjadi negara sekuler.

Pengunjuk rasa, yang datang ke ibu kota dari seluruh negeri, mendesak pemerintah untuk menarik keputusan mereka dan meminta untuk melakukan diskriminasi terhadap umat Muslim.

"Kami akan melanjutkan protes sampai mereka membiarkan putri kami untuk pergi ke sekolah dengan penutup kepala mereka dengan jilbab," kata Halil Kastrati yang mengorganisir demo ini.

Pengunjuk rasa yang marah membawa spanduk yang bertuliskan "Jangan gunakan negara kami untuk melawan kami" dan "Komunisme sudah berakhir", mereka berbaris menuju pusat pelayanan pendidikan, yang telah menyetujui larangan tersebut.

"Ini bukan seragam tapi kewajiban agama saya. Saya menghormati agama saya tapi saya juga ingin pergi ke fakultas saya," kata seorang mahasiswi Fitore Abazi.

Kosovo sejauh ini diakui oleh 69 negara, terutama di Eropa Barat, Amerika Serikat dan beberapa negara muslim, namun belum menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Serbia menentang kemerdekaan Kosovo dan telah mengajukan gugatan ke Mahkamah Internasional di Den Haag.(fq/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang