Ribuan Warga Bosnia Peringati Korban Pembantaian Srebrenica

Ribuan Bosnia berkumpul di Sarajevo untuk menghormati para korban pembantaian Srebrenica dan mempersiapkan penguburan-ulang beberapa tulang korban yang baru ditemukan sekitar 800 mayat.
Sisa-sisa korban ditemukan di berbagai kuburan massal yang tersebar di Bosnia Timur.
Tulang belulang para korban diharapkan tiba dengan peti mati di Potocari Memorial Center untuk penguburan-ulang pada peringatan 15 tahun peristiwa pembantaian massal pada hari Ahad ini (11/7), Press TV melaporkan.
Presiden delegasi dari Serbia dan Amerika Serikat diharapkan untuk menghadiri upacara penguburan ulang tersebut.
"Saya kehilangan tiga saudara dan suami saya, dan semua yang saya punya. Saya telah kehilangan segalanya. Satu saudara laki-laki saya ditemukan tiga tahun yang lalu, saudara lain telah saya dikuburkan, tapi saya belum menemukan mayat suami saya ," dikutip Reuters dari pernyataan korban yang selamat dari tragedi pembantaian Srebrenica.
"Kadang-kadang ketika melihat televisi yang membicarakan tentang pembantaian Srebrenica, saya langsung mematikan TV. Saya merasa bulu kuduk saya berdiri dan saya tidak bisa tidur ... Saya mulai berpikir tentang bagaimana mungkin untuk bertahan hidup dalam peristiwa pembantaian itu," kata korban lain yang selamat.
Selama Perang Bosnia pada tanggal 11 Juli 1995, sekitar 15.000 Muslim Bosnia yang kelaparan terpaksa melarikan diri dengan berjalan kaki ke wilayah yang relatif aman yang dikuasai umat Muslim, Srebrenica.
Meskipun PBB telah menetapkan wilayah itu "aman" dua tahun sebelumnya, pasukan Serbia Bosnia tetap membantai lebih dari 8.000 pria dan anak laki-laki untuk membersihkan etnis Muslim Bosnia dari wilayah tersebut.
Pada bulan Februari 2007, Mahkamah Internasional menilai bahwa kekejaman yang dilakukan di Srebrenica adalah sebuah genosida.(fq/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Enam Tentara AS Kembali Tewas di Afghanistan
Minggu, 11/07/2010 08:26 WIB - Tolak Jabat Tangan Dengan Perempuan, Pria Maroko Ditolak Jadi Warga Prancis
Sabtu, 10/07/2010 07:32 WIB - Badan di PBB Sebut Tembok Apartheid Israel Ilegal
Sabtu, 10/07/2010 07:23 WIB - Bouyeri: Saya Tidak Menyesal Bunuh Penghina Islam Theo Van Gogh
Jumat, 09/07/2010 15:57 WIB - Amerika Mengusir 10 Agen Rusia
Jumat, 09/07/2010 15:56 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




