Richard Falk, Perilaku Israel Sama dengan Perilaku Nazi

Rabu, 09/04/2008 09:46 WIB | Arsip | Cetak

Kekejaman Israel terhadap bangsa Palestina hampir sama dengan kekejaman yang dilakukan oleh Nazi Jerman pada masa Perang Dunia II. Hal tersebut diungkapkan Richard Falk, yang baru ditunjuk sebagai anggota Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC) pada bulan Maret kemarin.

Di UNHRC, Falk, warga Amerika keturunan Yahudi yang juga dikenal sebagai profesor bidang hukum internasional di Princeton University, memiliki tugas khusus yaitu melakukan penyelidikan dan melaporkan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di wilayah Palestina.

Falk pada BBC News menyatakan, membandingkan kekejaman Israel dengan kekejaman Nazi bukan hal yang terlalu berlebihan. Menurut Falk, jika situasi semacam itu sudah terjadi, misalnya bagaimana China memperlakukan Tibet atau bagaimana pemerintah Sudan menangani masalah Darfur, maka tidak ada keraguan lagi untuk membandingkan kekejaman Israel dengan kekejaman Nazi.

"Apakah pernyataan ini berlebihan dan tidak bertanggung jawab... menyamakan rekor tindakan kriminal Nazi yang melakukan kekejaman kolektif dengan perlakuan yang dialami bangsa Palestina? Saya pikir tidak, " tulis Falk dalam essaynya berjudul "Slouching toward a Palestinian Holocaust."

"Secara khusus, hal ini sangat melukai hati saya, sebagai seorang Yahudi Amerika, merasa terpaksa membeberkan tindakan sewenang-wenang Israel yang makin intensif dan terus berlangsung terhadap rakyat Palestina, dengan meyakini bahwa tindakan semacam itu adalah sebuah bentuk perumpaan sebagai holocaust, " ujar Falk.

Ia mengakui, pernyataannya itu bagi sebagian orang terkesan provokatif, karena akan mengguncang sikap publik Amerika dari dukungan butanya atas hukuman kolektif yang dilakukan Israel terhadap warga Ghaza.

Pihak Israel, mengungkapkan kemarahannya atas pernyataan Falk dengan menyatakan tidak akan memberikan Falk visa masuk ke Israel atau ke Tepi Barat. Menteri Luar Negeri Israel bahkan mengatakan akan memprotes Dewan HAM PBB karena telah memilih Falk sebagai pelapor khusus untuk wilayah Palestina.

Tapi bagi Falk, Israel sudah terlalu lama melakukan tipu muslihat dalam menerapkan kebijakannya dan mengelak dari tanggung jawab moral dan hukum internasional. Israel, menurut Falk, memanfaatkan isu sejarah bangsa Yahudi yang sensitif untuk berlindung dari kecaman dunia internasional.

Dalam tulisannya, Falk juga berulangkali menyebutkan bahwa pola perlakuan Israel terhadap Ghaza merupakan pola "pembentukan holocaust."

Falk bukan tokoh internasional pertama yang mengasosiasikan agresi Israel terhadap rakyat Palestina dengan agresi Nazi. Agustus 2007, 27 kelompok uskup di Jerman yang berkunjung ke al-Quds juga menyatakan bahwa perlakuan diskriminatif Israel terhadap rakyat Palestina hampir sama dengan taktik yang dilakukan Nazi.

John Dugard, pelapor khusus Dewan HAM PBB yang posisinya akan digantikan Falk juga mengatakan bahwa tindakan Israel di wilayah pendudukan Palestina merupakan tindakan apartheid. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang