Richard Goldstone Tantang AS Soal Laporan Gaza

Richard Goldstone menantang AS untuk membuktikan bahwa temuan-temuannya atas kejahatan perang yang dilakukan Israel di Jalur Gaza, cacat dan bias.
Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Goldstone menyatakan ia belum mendengar langsung klaim tersebut dari pemerintahan Obama, tapi ia menyatakan siap memberikan jawaban jika AS menunjukkan bagian mana dari laporannya yang dianggap bias dan cacat.
"Pemerintahan Obama mendukung rekomendasi kami agar dilakukan investigasi secara penuh dan terbuka, baik di pihak Israel maupun Palestina dalam hal ini Hamas, tapi disebut-sebut bahwa laporan itu bias," kata Goldstone.
Sikap AS sendiri masih mendua terkait rekomendasi tim pencari fakta PBB yang diketuai Goldstone atas operasi militer Cast Lead yang dilancarakan Israel ke Jalur Gaza bulan Januari tahun 2008 lalu. Dalam laporannya Goldstone menyatakan bahwa Israel telah melakukan kejahatan perang dalam agresinya itu.
AS mendukung rekomendasi agar Israel melakukan penyelidikan atas kejahatan perang tersebut. Tapi utusan AS di PBB Susan Rice dalam pernyataannya menunjukkan sikap pembelaan AS terhadap Israel.
"Negara-negara anggota PBB harus mengubah pernyataan anti-Israel mereka dengan mengakui legitimasi dan hak untuk eksis bagi Israel," kata Rice dalam sebuah konferensi di Yerusalem hari Rabu (21/10)
Ia juga menegaskan,"Kami (AS) akan berada di garis depan untuk membela teman-teman kami dan kami akan memberikan dukungan atas hak Israel untuk mempertahankan diri."
Laporan Goldstone tentang kejahatan perang Israel di Jalur Gaza akan dibahas di Dewan Umum PBB setelah disahkan oleh Dewan HAM PBB yang rencananya akan dilakukan akhir tahun ini. Goldstone juga merekomendasikan agar laporan itu diteruskan ke Pengadilan Kriminal Internasional jika dalam waktu enam bulan Israel tidak juga melakukan penyelidikan.
Goldstone dalam wawancara dengan Al-Jazeera menyayangkan pihak-pihak yang cenderung menyerang dirinya sebagai pribadi dan bukan mengkritisi laporannya. "Saya yakin, banyak dari mereka yang mengkritik saya, tidak membaca laporan itu. Karena kebanyakan kritik itu tidak menyentuh substansi laporan saya tentang kejahatan Israel di Gaza," ujarnya.
"Tidak ada ada respon atas dugaan yang sangat serius berupa kejahatan perang. Umumnya orang memang tidak senang dituding telah melakukan tindak kriminal," sambungnya yang mengaku tidak terkejut jika banyak kecaman yang diarahkan padanya lebih bernuansa personal. (ln/prtv/Ynet)
Lainnya (Arsip)
- Pejabat Tinggi Militer Pakistan Tewas
Kamis, 22/10/2009 14:54 WIB - Mahasiswa Aceh di Timur Tengah Tuntut Gubernur Aceh
Kamis, 22/10/2009 12:45 WIB - Pasukan Pakistan Kewalahan Di Medan Tempur
Kamis, 22/10/2009 12:33 WIB - Sebuah Kemenangan Untuk Muslim Amerika
Kamis, 22/10/2009 10:44 WIB - Liciknya Israel, Serukan Amandemen Hukum Perang Internasional
Kamis, 22/10/2009 10:00 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




