Ringtone Ponsel Rusak Suasana 10 Terakhir Ramadhan di Masjidil Haram
Ratusan ribu peziarah berkerumun di Masjidil Haram Mekkah dalam upaya mengejar berkat pada hari-hari terakhir di 10 terakhir bulan Ramadhan, namun suasana kekhusyukan para jamaah dirusak oleh fenomena yang semakin menjengkelkan dengan banyaknya terdengar bunyi nada dering ponsel dan kilatan cahaya dari kamera yang mengganggu para jamaah.
Nada dering dari ribuan ponsel telah mencapai tingkat merusak suasana syahdu dan khusyuk di masjid suci ini. Bahkan maraknya suara dering ponsel telah merusak ketenangan para jamaah. Selain itu, di setiap sudut masjidil Haram para jamaah juga diganggu oleh kilatan cahaya kamera yang berkedip, lapor surat kabar Al-Riyadh.
Saat ketika sholat wajib berlangsung, 'tsunami' nada dering dari puluhan ribu ponsel merusak suasana para jamaah. Berbagai musik nada dering bersaing dengan bacaan shalat imam.
Insiden ini tidak terlepas dari ulah para jamaah sendiri yang beribadah masih membawa ponsel mereka dalam kondisi "ON". Dan tampaknya beberapa peziarah tidak dapat menyelesaikan ritual tanpa membuat panggilan telepon selular mereka.
Seorang koresponden Al-Riyadh melihat bahwa beberapa peziarah terlibat dalam pembicaraan telepon mobile untuk jangka waktu yang lama pada saat mereka sedang thawaf mengelilingi Ka'bah sebagai bagian dari ritual umrah mereka.
Sebagian lainnya terlihat asyik menulis pesan SMS. Banyak peziarah juga terlihat terlibat dalam percakapan panjang dengan anggota keluarga dan teman-teman mereka saat melakukan ritual Sa'ai antara bukit Safa dan Marwah. Beberapa dari mereka bahkan berbicara tentang kemajuan proyek-proyek komersial yang akan diimplementasikan saat kembali ke rumah.
Beberapa jamaah terlihat terlibat dalam panggilan mobile pada saat mereka masuk atau keluar dari masjidil haram. Hal ini menciptakan gangguan lebih lanjut bagi jamaah lain yang berusaha masuk di gerbang utama dan pintu masuk dari Masjidil Haram.
Banyak peziarah telah menyatakan ketidaksenangan mereka atas kecenderungan jamaah lain yang telah menciptakan gangguan dengan berbicara keras sambil menjawab panggilan ponsel.
Sedangkan beberapa peziarah dan pengunjung masjidil Haram terlibat dalam fotografi ilegal di dalam Mataf. Mereka ingin mengambil foto sebanyak-banyaknya untuk dijadikan souvenir kehadiran mereka di depan Ka'bah. Beberapa dari mereka juga terlihat melakukan rekaman video lewat kamera mereka.
Fenomena seperti ini sebenarnya hampir tiap tahun terjadi, bahkan dalam sebuah pemberitaan koran nasional, ditengah kekhusukan para jamaah melakukan ibadah umroh ataupun haji, pernah terdengar nada dering 'norak' dari para jamaah seperti nada dering lagu "Kucing Garong". Dan mungkin kali ini nada deringnya bisa jadi sudah berubah dengan lagu "keong racun" atau "cinta satu malam." (fq/arabnews)
Lainnya (Arsip)
- Memoar Tony Blair Atas Perang Irak Dianggap "Air Mata Buaya"
Kamis, 02/09/2010 09:24 WIB - Isteri Erdogan Memimpin Misi Kemanusiaan ke Pakistan
Kamis, 02/09/2010 09:16 WIB - Setelah Seniman Kini Giliran Akademisi Israel Tolak Beri Kuliah di Ariel
Kamis, 02/09/2010 09:06 WIB - Hanya di Ramadhan, Penyanyi Rap Terkenal Aljazair Mendadak Jadi Da'i
Kamis, 02/09/2010 08:55 WIB - Presiden Somalia Sheikh Sharif Ahmed Didesak Mundur
Kamis, 02/09/2010 08:54 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




