Sebuah studi yang dilakukan di Italia baru-baru ini menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki pandangan yang negatif tentang imigran dari negara-negara Muslim. Masyarakat Italia menganggap imigran Muslim hanya menimbulkan masalah di negeri mereka.
Studi yang dilakukan lembaga riset Makno dan sebuah komisi kementerian dalam negeri Italia itu dirilis hari Selasa (29/4). Hasilnya, 55, 3 persen mengatakan bahwa imigran dari negara-negara Islam lebih banyak menimbulkan masalah, dibandingkan para imigran dari negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen.
Bahkan sekitar 60, 3 persen responden menyatakan warga Muslim selayaknya dilarang melaksanakan ibadahnya dan dilarang membangun masjid tanpa persyaratan. 10 persen responden menyatakan dengan tegas bahwa mereka menentang jika warga Muslim diberi keleluasaan menjalankan ajaran agamanya atau mendirikan masjid. Sedangkan responden lainnya mensyaratkan, umat Kristen juga harus diizinkan membangun masjid di negeri-negeri Muslim.
Sementara responden dari kalangan imigran Muslim, 40 persen dari mereka mengatakan bahwa mereka sulit memelihara tradisi Islam di Italia. 30 persen responden mengaku khawatir akan kehilangan kebudayaannya.
Mayoritas penduduk Italia menganut agama Kristen Katolik. Lebih dari 17 persen responden non-Muslim mengatakan bahwa mereka khawatir akan adanya serangan teroris di Italia. 25 persen responden meyakini, imigran Muslim mencela orang-orang dan budaya Italia dan 28, 2 persen responden mengatakan bahwa warga Muslim tidak toleran dengan ajaran-ajaran Katolik.
Posisi warga Muslim di Italia makin sulit, setelah sejumlah partai di Italia mengedepankan isu imigran dalam kampanyenya. Beberapa partai menegaskan akan memperketat aturan dan bersikap tegas pada para imigran.
Menurut data resmi pemerintah Italia, ada lebih dari sejuta warga Muslim di negara itu, meski sejumlah lembaga bantuan mempekirakan jumlahnya lebih banyak lagi. Sayangnya, dalam hasil studi Makno, tidak disebutkan berapa jumlah Muslim dan non-Muslim yang menjadi responden mereka, dan apakah suara mereka mewakili seluruh masyarakat Italia. (ln/al-arby)
Bank Muamalat Cabang Cengkareng membutuhkan karyawan untuk posisi: 1. Customer Service (Wanita) 2. Legal (Pria) 3. Account Manager (Pria).
"Sistem perbankan yang saling menguntungkan, dengan keanekaragaman produksi dan skema keuangan yang lebih variatif" Sistem perbankan syariah adalah alternatif sistem perbankan yang saling menguntungkan kedua belah pihak (nasabah dan bank), yang di dukung oleh keanekaragaman produk dan skema keuangan yang lebih variatif, dan dilakukan secara transparan agar adil bagi kedua belah pihak.
Namaku Siko, lengkapnya Siko Tjikoa, usia 27 tahun, aku tak pernah menulis cerita, sekedar untuk berbagi maka aku ceritakan sebisaku, sebelumnya mohon maaf jika mungkin banyak hal yang tidak sesuai dengan anda para pembaca.
Tak disangka, Islamic Book Fair (IBF) ke-9 yang baru usai 14 Maret lalu menyimpan kenangan bagi saya. Setidaknya, atas izin Allah swt, saya bertemu beberapa kawan saya yang telah terpisah selama tujuh tahun. Dan kami bertemu di stand bank syariah di pameran buku tersebut.
Bank Syariah Bukopin (BSB) berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp831 juta, artinya total laba tersebut naik sebesar 110,77 persen dari tahun lalu yang rugi sebesar Rp7,71 milyar. Hal ini terungkap saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan BSB Selasa (12/3) lalu.
Salah satu contoh dari pertanyaan yang mereka ajukan adalah saat mereka bertanya tentang - bra/bh, mereka bertanya apa fungsinya dan mengapa mereka tidak dipakaikan juga
Tiga warga Desa Sukorejo, Bojonegoro, terjangkit Demam Berdarah. Tak menunggu lama, tim ACT yang tergabung dalam Masyarakat Relawan Indonesia langsung terjun ke lokasi melakukan fogging.