Rumah Sakit Peshawar Kewalahan Merawat Korban Perang

Selasa, 17/11/2009 05:09 WIB | Arsip | Cetak

Sementara ambulans terus membawa korban pemboman, rumah sakit di Peshawar dipaksa untuk merawat orang sakit, bahkan di koridornya.

"Rumah sakit sudah dipenuhi dengan ratusan korban bunuh diri dan bom mobil," kata Dr Rahim Jan Afridi, pengawas medis dari Rumah Sakit Lady Reading.n "Kami sudah kehabisan tempat tidur, tapi kami tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menghadapi situasi ini."

Ambulans bergegas menjaga orang luka-luka dalam serangan bom ke Rumah Sakit Lady Reading, yang merupakan rumah sakit tertua dan terbesar di Provinsi Perbatasan Barat Utara (NWFP) dengan kapasitas 1600 tempat tidur.

Para korban berserakan di lantai yang dingin. Kondisi mereka penuh darah dan banyak yang menahan menjerit kesakitan. Ruang gawat darurat tidak punya ruang untuk menampung pendatang baru. Para korban yang ditempatkan di lorong dan koridor rumah sakit akhirnya malah menghalangi jalan untuk pejalan kaki.

"Kami membutuhkan lebih banyak tempat tidur, staf dan fasilitas lainnya untuk mengatasi situasi yang luar biasa ini," kata Dr Afridi.

Hampir semua milik rumah sakit di Peshawar—baik milik pemerintah ataupun swasta, sudah kehabisan ruang karena pasien berdatangan setiap hari. Dalam delapan hari ini saja, lebih dari 200 orang telah tewas dan sekitar 600 cedera.

Saat ini memang hampir setiap saat terjadi pemboman di Peshawar. (sa/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang