Rumah Sakit Peshawar Kewalahan Merawat Korban Perang
Sementara ambulans terus membawa korban pemboman, rumah sakit di Peshawar dipaksa untuk merawat orang sakit, bahkan di koridornya.
"Rumah sakit sudah dipenuhi dengan ratusan korban bunuh diri dan bom mobil," kata Dr Rahim Jan Afridi, pengawas medis dari Rumah Sakit Lady Reading.n "Kami sudah kehabisan tempat tidur, tapi kami tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menghadapi situasi ini."
Ambulans bergegas menjaga orang luka-luka dalam serangan bom ke Rumah Sakit Lady Reading, yang merupakan rumah sakit tertua dan terbesar di Provinsi Perbatasan Barat Utara (NWFP) dengan kapasitas 1600 tempat tidur.
Para korban berserakan di lantai yang dingin. Kondisi mereka penuh darah dan banyak yang menahan menjerit kesakitan. Ruang gawat darurat tidak punya ruang untuk menampung pendatang baru. Para korban yang ditempatkan di lorong dan koridor rumah sakit akhirnya malah menghalangi jalan untuk pejalan kaki.
"Kami membutuhkan lebih banyak tempat tidur, staf dan fasilitas lainnya untuk mengatasi situasi yang luar biasa ini," kata Dr Afridi.
Hampir semua milik rumah sakit di Peshawar—baik milik pemerintah ataupun swasta, sudah kehabisan ruang karena pasien berdatangan setiap hari. Dalam delapan hari ini saja, lebih dari 200 orang telah tewas dan sekitar 600 cedera.
Saat ini memang hampir setiap saat terjadi pemboman di Peshawar. (sa/iol)
Lainnya (Arsip)
- Yahudi Paling Populer Selama Tahun 2009
Senin, 16/11/2009 17:40 WIB - Obama Perintahkan Pakistan Tingkatkan Operasi Militernya Terhadap Taliban
Senin, 16/11/2009 16:40 WIB - Brown : Al-Qaidah Sumber Ancaman Keamanan Terbesar
Senin, 16/11/2009 15:26 WIB - Penjara Bagram Sama Laknatnya Dengan Kamp Guantanamo
Senin, 16/11/2009 13:41 WIB - Presiden Obama Mengunjungi China
Senin, 16/11/2009 11:38 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




