Rusia Membunuh Tokoh Terkemuka Ingushetia
Pasukan Keamanan Federal Rusia berhasil membunuh tokoh terkemuka Ingushetia. Tewasnya tokoh Ingushetia ini dikonfirmasi Kepala Keamanan Federal Rusia di kawasan itu, Jum'at lalu.
Alexander Tikhomirov, yang dikenal dengan nama Said Buryatsky, diantara delapan pejuang yang tewas oleh pasukan keamanan federal Rusia. Serangan yang berlangsung di awal bulan Maret, selanjutnya telah dilaporkan oleh Kepala FSB, Alexander Bortnikov kepada Presiden Rusia Dimitry Medvedev.
Bortnikov menuding Alexander Tikhomirov berada di balik pemboman di kota Moskow, di stasiun kereta St Petersburg, yang mengakibatkan tewasnya 26 orang, dan melukai puluhan lainnya. Tetapi Tikhomirov alias Said Buryatzky, tidak pernah menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa pemboman di St Petersburg itu.
Thikhomirov yang mengubah namanya Said Buryatzky, tak lama sesudah ia berada di wilayah Buryatia, wilayah yang terletak di Timur Siberia. Said menjadi seorang ulama, sesudah berada di Mesir beberapa, dan mendalami Islam, dan Said sangat bahasa Arab, dan menjadi seorang yang ahli analis politik.
Akhir Agustus tahun lalu, Said mengkalim mengorganisir serangan yang mematikan di Utara Caucasus, yang menewaskan 20 orang dan melukai 138 orang, serta menewaskan seorang kepala polisi di Ingushetia.
Pemimpin Ingushetia, Yunus-Bek Yevkurov, juga membenarkan berita tewasnya Said, saat berlangsung pertempuran di dekat Nazran, sebuah kota besar di wilayah Ingushetia. "Ia telah tewas, tetapi kepemimpinan telah digantikan seorang tokoh ideolog lainnya", ujarnya kepada kantor berita, yang mengutip ucapan Yevkurov.
Rusia terus berusaha mengontrol wilayah Muslim yang telah menjadi negara sejak tahun 1990. Sampai sekarang sebuah kelompok kecil, masih terus melanjutkan perjuangan mereka melawan pemerintahan Rusia, yang ingin terus menguasai Ingushetia.
Kelompok Hak-Hak Asas Manusia menuduh pejabat keamanan Rusia telah melakukan pelanggaran yang serius dan kejahatan, termasuk melakukan pembakaran sejumlah rumah, yang menjadi tempat tinggal penduduk muslim di wilayah itu,yang dicuragai sebagai pemberontak. Aparat keamana juga melakukan penculikan, pembunuhan, dan penyiksaan secara illegal. (m/wb)
Lainnya (Arsip)
- Tentara-Tentara Bayaran AS Curi Senapan Serbu Kepolisian Afghanistan
Senin, 08/03/2010 09:53 WIB - Bentrokan Berdarah Taliban-Hizbut Islam, Puluhan Orang Tewas
Senin, 08/03/2010 09:49 WIB - Tentara NATO di Afghanistan Selatan, Tewas dan Tewas Lagi
Senin, 08/03/2010 09:14 WIB - Pasukan Inggris Alami Kerugian Terburuk dalam 60 Tahun terakhir
Senin, 08/03/2010 09:00 WIB - Adam Gadahn Jubir Al-Qaidah Amerika di Tangkap?
Senin, 08/03/2010 08:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




