Pemimpin Gerakan Syabab Bergabung Dengan Pemerintah Somalia

Senin lalu (09/11), salah seorang pemimpin Gerakan Syabab Mujahidin di Somalia menyatakan dirinya keluar dari Gerakan Syabab dan bergabung dengan pemerintah Somalia di bawah kepemimpinan Amir Mahakim Islamiah, Syekh Syarif Ahmed. Pernyataan ini ia sampaikan di istana presiden yang terletak di Mogadhisu. Di pihak lain, pemimpin Gerakan Syabab lainnya menafikan adanya salah seorang pemimpin Syabab yang bergabung dengan pemerintah.
Pada pertemuan di istana presiden tersebut, mantan juru bicara Mahakim Islamiah Abddurrahim Isa mengatakan, "Abdullah adalah seorang jendral Gerakan Syabab yang telah bergabung dengan pemerintah Somalia. Nama aslinya adalah Muhammad Syekh Abdullah Al-Kurwaini. Dalam Gerakan Syabab, ia menggunakan nama samaran."
Terkait pengunduran dirinya dari Gerakan Syabab, Syekh Abdullah mengatakan, "Amir Gerakan Syabab menyuruh saya untuk melakukan bom bunuh diri. Menurut mereka aksi ini adalah bom syahid, tapi menurut saya ini bertentangan dengan ajaran Islam."
Syekh Abdullah juga menceritakan, "Setelah saya menolak bom bunuh diri itu, saya dipindahkan dari provinsi Syabele ke kota Muhas, di provinsi Hiran."
Syekh Abdullah membongkar, bahwa Gerakan Syabab mendapatkan uang sekitar 120.000 dolar AS setiap bulannya, yang dikutip dari penduduk provinsi Syabele. Alasannya adalah untuk "mendukung Islam", namun menurut Syeikh Abdullah, kutipan itu adalah ilegal."
Di pihak lain, pemimpin Gerakan Syabab Mujahidin wilayah Banadir dan Mogadishu Ali Husein menafikan adanya pemimpin syabab yang telah bergabung dengan pemerintah Somalia.
Dalam sebuah konferensi pers Senin lalu Ali Husein mengatakan, "Pihak pemerintah berusaha untuk membohongi masyarakat dengan berita ini. Ini hanyalah penipuan murahan dan merendahkan wibawa mujahidin."
Sedangkan di pihak pemerintah, seorang juru bicara Abdul Razaq Muhammad Qilu mengatakan, "Bergabungnya salah seorang pemimpin Gerakan Syabab, membuka pintu bagi orang-orang yang masih ragu untuk tetap bersama Gerakan Syabab. Pihak kami memprediksikan, ke depan akan bertambah orang-orang yang akan keluar dari Gerakan Syabab."
Abdul Razaq mengatakan, "Pihak pemerintah Somalia siap memberi pengamanan khusus bagi siapa saja yang telah memisahkan diri dari Gerakan Syabab." (sn/st/alj)
Lainnya (Arsip)
- Sejumlah Dubes PBB Terima Surat Misterius
Rabu, 11/11/2009 13:38 WIB - Lebih 24 Orang Tewas di Pakistan
Rabu, 11/11/2009 12:28 WIB - Anggota Parlemen Israel Tuntut Pelarangan Buku "Taurat Raja"
Rabu, 11/11/2009 11:04 WIB - Pemerintah Rusia Mengakui Polisinya Korup
Rabu, 11/11/2009 10:58 WIB - Teka-Teki Insiden Fort Hood, Hasan Menolak Bicara
Rabu, 11/11/2009 09:52 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




