Satu dari Lima Tentara Inggris Tidak Layak Berperang

Senin, 11/01/2010 11:25 WIB | Arsip | Cetak

Surat kabar Inggris The Independent pada hari Ahad kemarin (10/1) melaporkan statistik yang memperlihatkan bahwa satu dari setiap lima tentara Inggris tidak memenuhi syarat untuk maju dalam medan pertempuran, khususnya mendukung pasukan pendudukan melawan Taliban di Afghanistan.

Dikatakan dalam laporannya bahwa lebih dari 16 ribu tentara Inggris tidak dapat ikut berperang karena berbagai alasan seperti sakit, obesitas, kurangnya pelatihan, stres karena harus ikut berperang dengan pasukan Inggris melawan Taliban.

Laporan ini datang bersamaan dengan surat kabar Sunday times yang mengungkapkan sebuah laporan dari mantan menteri pertahanan Inggris yang menuduh perdana mentri Gordon Brown telah menolak untuk membeli peralatan militer baru untuk lebih memberikan perlindungan bagi prajurit Inggris di Irak dan Afghanistan.

Menurut para petinggi militer Inggris, 22% dari total tentara yang berjumlah 73 ribu orang yang dilatih untuk berperang, ternyata "tidak dapat digunakan" dan hanya dapat dikirim ke pangkalan militer yang memiliki fasilitas kesehatan untuk merawat mereka.

Surat kabar The Independent menyebutkan juga bahwa angka-angka tersebut telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, akibat banyaknya tentara Inggris yang tidak bisa berperang karena alasan-alasan sakit ataupun obesitas.

Pengungkapan ini datang sebulan setelah Departemen Pertahanan Inggris menyatakan bahwa satu dari setiap sepuluh tentara dari 22.677 infanteri - tidak bisa menjalankan misinya.

Sementara itu, dijelaskan oleh Mayor Jenderal Patrick Cordingley, yang memimpin "Tim Tikus Gurun" dalam Perang Teluk pertama, menyatakan laporan terbaru ini merupakan yang terburuk dari sebelumnya, dan memperingatkan bahwa angka tersebut mungkin akan terus meningkat jika pemerintah menolak untuk memberikan dana bagi pelatihan cadangan untuk tentara Inggris.

Surat kabar The Independent menerbitkan beberapa statistik yang mengatakan tentara Inggris terlalu berisiko jika berperang, yaitu:

  • 22% dari tentara Inggrus tidak memenuhi syarat untuk dikirim ke medan perang.
  • 16 ribu prajurit tidak diklasifikasikan sebagai subjek atau dapat digunakan dalam cara yang terbatas.
  • 1018 tentara dibawa ke rumah sakit lapangan karena menderita luka-luka di medan perang.
  • 2190 tentara dibawa ke rumah sakit karena terinfeksi penyakit atau cedera yang tidak berhubungan dengan pertempuran.
  • 58% dari unit pasukan diklasifikasikan sebagai lemah atau sangat lemah.(fq/imo)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang