Saudi dan UEA, Negara yang Paling Rentan di Serang Hacker
Arab Saudi menempati peringkat pertama dan Uni Emirat Arab di peringkat kedua sebagai negara yang paling rentan dari seluruh negara-negara Teluk yang menjadi korban kejahatan cyber, seperti situs yang dihacking, menurut sebuah laporan statistik baru-baru ini diterbitkan oleh Trend Micro.
Di Arab Saudi 796.000 kasus sistem komputer yang crash akibat ulah para dedemit dunia maya tercatat dalam sembilan bulan terakhir, terhitung 64 persen dari total jumlah kasus dalam Gulf Cooperation Countries (GCC), menurut Trend Micro, yang merupakan sebuah perusahaan yang mengkhususkan diri kepada antivirus jaringan dan keamanan konten Internet.
Sementara itu, di UAE jumlah sistem komputer crash sebagai akibat dari serangan cyber mencapai 248.000 pada periode yang sama, terhitung 20 persen dari total kasus di negara-negara GCC, menurut laporan itu.
Pekan lalu website dari surat kabar yang berbasis di Saudi al-Watan telah di Deface oleh pendukung ulama Syaikh Saad bin Nasser al-Shethri yang dipecat kerajaan dari Dewan Ulama Senior Saudi.
Bahkan situs Al-Arabiya juga sempat dibikin down oleh para dedemit dunia maya pada bulan Oktober 2008 setelah para hacker tersebut menuduh kanal berita yang berbasis di Dubai tersebut lebih mendukung muslim Sunni dibandingkan kelompok Syi'ah .
Hacker menginfiltrasi sistem komputer dari perusahaan hosting yang berbasis di AS dan nama domain alarabiya.net dihack pada saat itu, namun server situs Al Arabiya tetap berjalan.
Laporan itu mengatakan sebagian besar kasus kolapsnya sistem komputer di Arab Saudi dan UEA akibat serangan oleh hacker untuk mencuri data berharga seperti password dan nomor kartu kredit.
Sebuah pertemuan kabinet Saudi pada 26 Maret yang lalu telah menyetujui peraturan untuk memerangi kejahatan cyber dengan menganggarkan dana hingga SR11 juta (2.93 juta dolar), tergantung pada keseriusan kejahatan elektronik yang terjadi.
Kabinet juga menerapkan peraturan lain untuk transaksi elektronik dan keduanya disusun oleh komisi Teknologi Informasi dan Komunikasi bekerjasama dengan Departemen Penerangan.
Tapi tuntutan hukum kepada para penjahat dunia maya oleh otoritas lokal hampir tidak mungkin dilakukan karena, menurut laporan Trend Micro, sebagian besar serangan tersebut berasal dari negara-negara di luar kawasan teluk.
Liga Arab bersiap untuk mengadakan lokakarya dalam beberapa hari mendatang untuk membahas cara-cara untuk mengurangi kejahatan cyber dan meningkatkan sistem perlindungan komputer.(fq/aby)
Dunia Islam Sebelumnya
(Arsip Dunia Islam)
5 Terpopuler
- Pelatih Sepak Bola Mesir: Saya Lebih Baik Mati Kelaparan Daripada Melatih Israel!
- Tak Ada Penghormatan Untuk Saddam Hussein Di Negara Arab
- Saudi dan Suriah Rebutan Anak Perempuan Bin Ladin
- Antara Khilafah dan Khalifah
- Juragan-Juragan Arab Berinvestasi di Hollywood
- Gaji Saya Kecil, Pak!
- Hukum Nonton Film Porno






