"Saya Ingin Menjadi Muslim Seperti Anda"

Seorang perampok tersentuh hatinya dan mengatakan akan menjadi Islam ketika penjaga toko yang seorang Muslim merasa kasihan pada diri perampok tersebut.
Muhammad Suhail seorang penjaga toko di New York, mendapat pujian masyarakat atas sikapnya terhadap perampok yang akan merampok tokonya. Perampok tersebut terkesan dan merasa terharu atas sikap belas kasih yang dilakukan Suhail pada dirinya.
Peristiwa tersebut terjadi sewaktu ia akan menutup tokonya setelah larut malam namun kamera pengawas yang ada ditokonya memperlihatkan ada seorang laki-laki yang datang menggunakan stik baseball menggunakan penutup muka dan kemudian mendekat ke dirinya kemudian memaksa ia menyerahkan uang.
Ketika Suhail berhasil mengambil senapan yang ia simpan dibawah meja konter tokonya, perampok yang menggunakan penutup muka itu langsung drop dan roboh menangis sambil berkata dia merampok hanya ingin memberi makan keluarganya yang kelaparan.
"Tolong jangan panggil polisi, saya tidak punya uang dan makanan di rumah saya," katanya kepada Suhail.
"Dia menangis tersedu-sedu seperti seorang bayi," kata Suhail menambahkan.
Suhail akhirnya trenyuh mendengar tangisan dan pengakuan jujur dari perampok tersebut, ia kemudian menawarkan uang 40 dollar dan sedikit roti kepada perampok itu, namun hanya setelah perampok itu mau berjanji tidak pernah lagi akan merampok.
"Ketika ia menerima uang 40 dollar dari saya, ia sangat takjub."
Perampok itu terperanjat atas uang yang ia terima kemudian ia mengatakan kepada Suhail bahwa dia mau menjadi seorang Muslim seperti Suhail.
Suhail mengatakan dia kemudian berpura-pura mengIslamkan perampok tersebut dan kemudian Suhail menjabat tangan si perampok.
Penuh belas kasih
Suhail yang pindah ke AS dari Pakistan 20 tahun yang lalu,mengatakan bahwa ia tahu bagaimana rasanya tidak memiliki uang di AS.
Kesusahannya semasa ia tidak memiliki uang, menjadikan ia bersimpati terhadap pengakuan jujur perampok itu.
"Rasanya terlalu buruk untuk setiap orang dalam kondisi perekonomian seperti saat sekarang ini."
Suhail mengatakan bahwa kemungkinan polisi masih mencari tersangka perampok tersebut, namun ia sudah mengiklaskan semuanya dan tidak berusaha untuk menuntut si perampok.
Bagi yang mengenali Suhail, sikap welas asihnya kepada perampok, bukanlah sesuatu hal yang mengejutkan.
"Bahkan ketika saya tidak punya uang untuk membeli sebungkus rokok, Suhail malah mengatakan "Silahkan, ambil saja," kata Prudence Ferrante, yang bekerja di sebuah toko karpet dekat toko Suhail - kepada surat kabar Newsday Daily - yang pertama kali melihat kejadian perampokan itu dari rekaman kamera video di toko Suhail.
"Sebagian orang mempunyai perasaan, sebagian lagi tidak," ujar Ferrante.
"Tapi saya tahu Suhail adalah orang yang memiliki perasaan."
Sean Henry seorang pelanggan mengatakan bahwa Suhail dikenal sebagai manusia yang sangat peduli dan perhatian di masyarakat serta selalu tersenyum.
"Saya tidak melihat satu pun yang buruk dari dirinya."(fq/iol)
Lainnya (Arsip)
- Obama Datang, Ibukota Kairo Mencekam
Kamis, 04/06/2009 08:36 WIB - Saudi Arabia Umumkan Korban Flu Babi Pertama
Kamis, 04/06/2009 07:59 WIB - Usamah Bin Laden Kutuk Kebijakan Obama di Dunia Islam
Kamis, 04/06/2009 06:10 WIB - Amerika Janji Keluar dari Irak Akhir Bulan Juni
Rabu, 03/06/2009 15:24 WIB - Putra Qardhawi: Saya Bukan Ikhwan, Bukan Pula Syiah
Rabu, 03/06/2009 13:58 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




