Seandainya Matius Swift dan Ross McKnight Muslim?
Ini mungkin pembebasan tercepat yang pernah dalam sebuah pengadilan untuk 'teroris'. Tuduhan terhadap dua remaja di Manchester Crown Court dibatalkan oleh juri dalam waktu kurang dari satu jam. Sang pengacara, Roderick Carus, berpendapat bahwa kasus ini lebih berkaitan dengan "kesembronoan anak muda."
Matius Swift (18) dan Ross McKnight (16), dua orang yang telah lama bersahabat, bebas dari tuduhan konspirasi pembunuhan dan persekongkolan peledakan. Rencana mereka meledakkan sebuah pusat perbelanjaan hanya dianggap sebagai fantasi anak sekolah belaka. Seluruh juri yang terdiri dari tujuh perempuan dan lima laki-laki bahkan dilaporkan menunggu di luar pengadilan untuk menyappa para terdakwa saat mereka pergi.
Juga tidak ada pembicaraan tentang pengadilan ulang seperti yang terjadi dalam kasus-kasus teroris lainnya. Kejaksaan percaya itu cukup bukti untuk membenarkan keyakinan yang ada. Asisten Kepala Polisi, Terry Sweeney, yang bertanggung jawab atas peradilan pidana di Greater Manchester Police, membela keputusan itu. "Ini adalah hak juri untuk memutuskan apakah ada cukup bukti ataukah tidak," katanya. "Kita di negara ini sudah sangat khawatir tentang keamanan dan kita sendiri memang demikian, jika tidak IRA, itu ekstremis Muslim dan sebagainya. Kita tidak boleh mengutuk anak muda kita karena mereka memiliki fantasi."
Banyak Muslim telah mengajukan pertanyaan, bagaimana kalau anak-anak muda yang Muslim? Mereka sangat mungkin akan ditangkap, dituntut dan dihukum di bawah undang-undang terorisme. Nah, bagaimana jika Matius Swift dan Ross McKnight adalah Muslim? Adakah sama pengadilannya? (sa/muslimnews)
Lainnya (Arsip)
- Pangeran Terakhir dari Kekhalifahan Turki Utsmani Wafat di Istanbul
Jumat, 25/09/2009 06:05 WIB - Umat Islam Amerika akan Selenggarakan Sholat Jumat di Capitol Hill
Jumat, 25/09/2009 06:05 WIB - Kelompok Islamis Malaysia Tolak Konser Beyonce
Jumat, 25/09/2009 05:17 WIB - Muntahar al Zaidi: Mengapa Saya Melemparkan Sepatu Kepada Bush
Kamis, 24/09/2009 20:30 WIB - Kebangkitan Kaum Atheis di Amerika
Kamis, 24/09/2009 10:16 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




