Sebuah Lembaga Pendidikan Dituduh Melakukan 'Propaganda Islam' di Sekolah

Jumat, 15/05/2009 07:31 WIB | Arsip | Cetak

Shabbir Mansuri boleh jadi telah menjadi orang pertama yang peduli dengan pendidikan Islam bagi warga Amerika setelah seorang putrinya pulang kerumah dari sekolah dengan membawa sebuah buku yang yang tidak tepat dalam menjelaskan cara keluarga Muslim beribadah.

Dilain waktu ia menemukan buku lain yang menggunakan ilustrasi seekor unta untuk menggambarkan Islam dari masa ke masa.

Kecewa dengan standar nasional dan negara dalam hal sejarah, membuat Mansuri mendirikan sebuah dewan pendidikan Islam pada tahun 1990. Sebuah lembaga nirlaba, yang sekarang bernama "Institute on Religion and Civic Values (IRCV)" dan berbasis di Fountain Valley. Lembaga ini telah bekerja sama dengan para pendidik, penerbit dan pembuat kebijakan untuk memberikan perspektif yang benar berkaitan dengan materi-materi pendidikan yang berhubungan dengan seluruh agama-agama dunia.

Selama bertahun-tahun Mansuri menjadi terbiasa untuk keterbukaan lembaga dan keyakinannya terhadap publik. Namun sekarang ia menghadapi protes oleh aktivis lokal yang mengkhawatirkan tentang keterlibatannya dengan "propaganda Islam" di ruang kelas dan mengkaitkan hal tersebut dengan sekolah di distrik Fountain Valley, yang telah menyewakan ruang kantor kepadanya sejak tahun 1993.

Seorang anggota dari Mission Viejo lembaga nasional yang mengadvokasi perlawanan terhadap ancaman dari 'Islam Radikal', telah dua kali dalam sebulan ini memberi peringatan kepada kepala sekolah Fountain Valley School. Mereka mempresentasikan sebuah laporan yang berjudul "Islam in America's Classrooms: History or Propaganda", yang mengambil contoh sebuah buku yang diduga menyampaikan propaganda Islam dan mengindentifikasi Mansuri serta organisasinya sebagai pelaku kejahatan.

"Mereka adalah lembaga utama yang memberitahukan buku apa yang harus dipakai berkaitan dengan Islam, menjual bahan-bahan pelajaran ke sekolah, memberikan pendidikan terhadap guru-guru dan memberi mereka materi pendidikan untuk pelajaran di kelas," kata Al Rowley seorang anggota dari Mission Viejo."Materi-materi pelajaran yang masuk ke dalam kelas tanpa ada pemerikasaan yang biasa dilakukan."

Mansuri dengan tegas menolak atas tuduhan bahwa lembaganya telah melobi pihak sekolah untuk mengindoktrinasi Islam di sekolah tersebut. Dia mendirikan lembaganya tersebut untuk mengambil bagian dalam diskusi dan meningkatan kemajuan pendidikan Amerika, bukan untuk mengkampanyekan agenda tertentu.

"IRCV telah diakui di masyarakat dalam urusan pengajaran mengenai agama-agama dunia," kata Mansuri."Hal ini memang merupakan konsen kami sejak lama berkaitan dengan kebebasan beragama, pluralisme agama dan praktek dari keimanan dalam kerangka sosial masyarakat."

"Saya bisa memahami aspek sejarah dari ketakutan mereka itu karena Islam adalah sebuah agama yang menentang ketuhanan Yesus Kristus," katanya. "Sejak peristiwa 9/11, menambah kompleksitas ketakutan mereka."(fq/ocregister)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang