Sebuah Mesjid Di Rusia Akan Dilelang

Sumber-sumber pers Rusia mengungkapkan bahwa sebuah mesjid yang didirikan 20 tahun lalu ditawarkan untuk dijual melalui lelang di kota Nizhny Novgorod; karena tanggungan utang yang besar oleh perusahaan sipil yang memegang mesjid tersebut.
Surat kabar "Izvestia" (11/12) menyatakan bahwa persoalan ini berkaitan dengan Mesjid "Rasyidah" yang merupakan salah satu mesjid terbesar dan terindah di Nizhny Novgorod. Mesjid ini dibangun dengan gaya arsitektur yang luar biasa dan memiliki sejarah yang mengesankan. Dibangun dalam bentuk bunga dengan 5 daun dan menghiasi dinding masjid dari dalam dekorasi yang sangat indah.
Mesjid ini dibangun pada tahun 1989 dengan inisiatif "Faiz Gelmanov" seorang pengusaha dari Moskow yang lahir di kota Mediana, dan diberi nama dengan nama ibunya, "Rasyidah". Untuk pembangunan mesjid ini, ia terpaksa menjual mobil Mercedes-nya. Mesjid ini dirancang oleh arsitek Elias Tagiyev yang juga merancang mesjid "Asy-Syuhada" di Boklonaya Gora-Moskow. Faiz Gelmanov menyerahkan Mesjid ini kepada perusahaan "Madinah" yang bergerak di bidang pertanian. Pada bulan November 2008, perusahaan ini di ambang kebangkrutan akibat akumulasi utang yang besar. Perusahaan ini terpaksa melakukan peminjaman uang dengan jaminan kekayaan yang mereka miliki, termasuk mesjid tersebut.
Saat ini, ada tim dari perusahaan tersebut yang mempromosikan pelelangan Mesjid Rasyidah dengan harga awal dengan 602.38 juta rubel Rusia (sekitar 20 juta dollar AS). Di antara syarat-syarat pembelian mesjid ini adalah pembeli harus menjaga aturan-aturan penggunaannya. Seperti yang dilaporkan oleh surat kabar "Rusia Today", pemerintah kota Mediana dan Departemen Bidang Urusan Agama Islam tidak dapat membelinya dari perusahaan ini. Para pejabat disana menyatakan: "Kami akan berdoa kepada Allah agar masjid ini tetap berada di tangan hamba-hamba Allah yang shaleh."
Penyebab Krisis Departemen Bidang Urusan Agama Islam di Provinsi Nizhny Novgurudbanh menyampaikan pernyataan mengenai masalah ini. Situasi ini terjadi akibat kondisi yang terjadi di tahun 90-an. Saat itu kaum muslimin banyak merenovasi rumah-rumah ibadah yang rusak dengan biaya sendiri tanpa konsultasi dengan siapa pun. Oleh karena itu banyak mesjid yang sudah direnovasi dan baru dibangun adalah milik perusahaan dan bukan milik Departemen Agama.
Kaum muslimin disana menyatakan bahwa apa yang terjadi dengan Mesjid Rasyidah tidak terjadi pada gereja-gereja ortodoks di Rusia, sebab bangunannya adalah milik dari gereja ortodoks Rusia, siapa pun yang ikut berkontribusi membangunnya.
Pelelangan kini menjadi pembicaraan hangat di kalangan masyarakat Mediana. Para warga yakin bahwa masjid akan tetap di tempatnya dan menaranya tidak akan dihancurkan. (imo/sn/umr)
Lainnya (Arsip)
- NATO Berjanji Kirim 7.000 Tentara ke Afghanistan
Senin, 14/12/2009 10:40 WIB - Rencana Saudi Bangun Sekolah di Irlandia Picu Kekhawatiran Eropa
Minggu, 13/12/2009 11:21 WIB - Protes Pemerintah, Mahasiswa Iran Posting Gambar Kenakan Jilbab
Minggu, 13/12/2009 07:31 WIB - Aksi Anti Internet para Rabbi Yahudi di Israel
Sabtu, 12/12/2009 06:09 WIB - Ternyata CIA "Berselingkuh" Dengan Pasukan Blackwater
Sabtu, 12/12/2009 05:28 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




