
Jika sudah merasa Islam sebagai keyakinannya, maka yang ditunjukan adalah Islam. Kebetulan, itu yang terjadi pada Yusuf Islam, munsyid top asal Inggris yang asalnya bernama Cat Steven.
Di masa lalu, Cat Steven sangat terkenal. Lagu-lagu seperti “Wild World” dan “Father and Son” menjadi hit besar dan dimainkan dimana-mana serta bahkan didaur-ulang oleh musisi-musisi lainnya yang terkenal pula.
Nah, Ahad (22/11) kemarin, Yusuf Islam ikut dalam konser musik yang besar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun di Cardiff. Namun apa dikira, ternyata ia malah mendapatkan cemoohan, umpatan, dan caci-maki dari para penggemarnya. Sebabnya? Yusuf Islam enggan membawakan lagu-lagu jahiliyah karyanya dulu. Yusuf memilih untuk memainkan musik instrumental yang berdurasi selama 40 menit.
Para fans-nya kecewa. Mereka bahkan menjadi kasar. Seorang dari mereka bahkan sampai harus diamankan oleh kepolisian karena berlaku offensif.
“Mainkan Peace Train, K*****!” umpat seorang penggemar. Peace Train adalah salah satu lagu Yusuf yang terkenal.
Tapi, Yusuf Islam menanggapinya dengan santai dan tenang, “Sekarang saya tahu apa yang dirasakan oleh Bob Dylan…” ujarnya.
“Kami membayar untuk mendengar Cat Stevens bernyanyi Father & Son dan Wild World.” gerutu seorang fans. "Kami menunggu selama 30 tahun!”
Yusuf, 61 tahun, yang memeluk Islam sejak tahun 1976 di Malibu, segera meminta maaf dalam situsnya. Salah satu yang menjadi komentarnya adalah masalah penggunaan bir yang dikonsumsi oleh para penonton menjadikan mereka berlaku ofensif seperti itu.
Tentu, para penggemar Yusuf tidak tahu, bahwa sekarang Cat Steven sudah lama tidak ada. Dan Yusuf Islam tak mau lagi menyanyikan lagu yang hanya menjauhkan orang dari Allah swt. (sa/wleonlne)
Pendidikan, mencakup pengajaran, pembentukan moral, penelitian dan pengembangan, serta segala makna yang mungkin dikandung kata pendidikan, adalah isu yang sangat perlu diperhatikan di sektor perbankan syariah. Tidak bisa dipungkiri, teori dan praktek perbankan syariah saat ini banyak berangkat dari teori dan praktek perbankan konvensional.
Karena ingin mengajukan pinjaman untuk membeli kendaraan, akhirnya aku mendatangi bank-bank yang dekat dengan rumahku. Kebetulan di ruko dekat rumahku cukup lengkap banknya mulai dari yang konvensional sampai yang syariah.
Ada yang menarik di ajang Islamic Book Fair (IBF) 9th 2010 di Istora Senayan, Kamis (11/3) lalu. Sekelompok .jerapah kecil. menyambangi stand Bank Syariah Mandiri untuk menabung. Wow! Jerapah menabung?!
Impian untuk memiliki rumah barang tentu menjadi impian setiap orang. Berawal dari keinginan untuk memiliki rumah sederhana dengan harga yang murah, ketika mencari, mencari dan mencari bertemulah aku pada seorang wali murid yang tinggal disebuah perumahan, yang walaupun lumayan jauh dari tempat aku mengajar.
Saya sudah menjadi salah satu nasabah bank syari.ah, dan merasa nyaman dengan produk yang ditawarkan juga tidak ada keraguan di hati dengan urusan riba. Alhamdulillah pada tahun 2009 saya dan suami mendapat kesempatan untuk menjadi tamu Allah.
Biasakan membangun komunikasi dengan anak secara terbuka dan berikan rasa nyaman dan tentram pada dirinya bahwa ibu tidak marah dan sang anak bisa cerita apa saja.
KANGEN sekali saya dengan suasana seperti ini. Rendy, Putri, Shalma Alexa, Ahad Rifaldo dan teman-teman sebayanya tampak duduk lesehan dengan tertib di lantai mushalla. Wajah mereka terlihat ceria.