Sebuah Tragedi Di Konser Yusuf Islam

Selasa, 24/11/2009 05:14 WIB | Arsip | Cetak

Jika sudah merasa Islam sebagai keyakinannya, maka yang ditunjukan adalah Islam. Kebetulan, itu yang terjadi pada Yusuf Islam, munsyid top asal Inggris yang asalnya bernama Cat Steven.

Di masa lalu, Cat Steven sangat terkenal. Lagu-lagu seperti “Wild World” dan “Father and Son” menjadi hit besar dan dimainkan dimana-mana serta bahkan didaur-ulang oleh musisi-musisi lainnya yang terkenal pula.

Nah, Ahad (22/11) kemarin, Yusuf Islam ikut dalam konser musik yang besar untuk pertama kalinya dalam 30 tahun di Cardiff. Namun apa dikira, ternyata ia malah mendapatkan cemoohan, umpatan, dan caci-maki dari para penggemarnya. Sebabnya? Yusuf Islam enggan membawakan lagu-lagu jahiliyah karyanya dulu. Yusuf memilih untuk memainkan musik instrumental yang berdurasi selama 40 menit.

Para fans-nya kecewa. Mereka bahkan menjadi kasar. Seorang dari mereka bahkan sampai harus diamankan oleh kepolisian karena berlaku offensif.

“Mainkan Peace Train, K*****!” umpat seorang penggemar. Peace Train adalah salah satu lagu Yusuf yang terkenal.

Tapi, Yusuf Islam menanggapinya dengan santai dan tenang, “Sekarang saya tahu apa yang dirasakan oleh Bob Dylan…” ujarnya.

“Kami membayar untuk mendengar Cat Stevens bernyanyi Father & Son dan Wild World.” gerutu seorang fans. "Kami menunggu selama 30 tahun!”

Yusuf, 61 tahun, yang memeluk Islam sejak tahun 1976 di Malibu, segera meminta maaf dalam situsnya. Salah satu yang menjadi komentarnya adalah masalah penggunaan bir yang dikonsumsi oleh para penonton menjadikan mereka berlaku ofensif seperti itu.

Tentu, para penggemar Yusuf tidak tahu, bahwa sekarang Cat Steven sudah lama tidak ada. Dan Yusuf Islam tak mau lagi menyanyikan lagu yang hanya menjauhkan orang dari Allah swt. (sa/wleonlne)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...

Safe Deposite Box di BCA Syariah
Barang-barang berharga seperti emas, perhiasan ataupun surat-surat berharga seperti sertifikat rumah, tanah, kendaraan dan lainnya tentu harus disimpan baik agar tidak hilan/r...


Peluang