Sekarang Apa, Amerika?

Rabu, 03/03/2010 17:31 WIB | Arsip | Cetak

Maju kena, mundur kena. Begitulah kiranya gambaran tentara NATO dan Amerika di Afghanistan sekarang ini. NATO dan pasukan AS sudah mengumumkan mereka akan segera membersihkan kantong-kantong perlawanan terakhir di Marjah. Kenyataannya, pasukan asing sekarang terjerat dalam perang yang panjang di Marjah.

Dari hari pertama operasi 13 Februari 2010, pasukan musuh belum mampu memperluas ke daerah lain kecuali Marjah, yang sengaja dievakuasi oleh kaum Mujahidin di awal operasi sesuai rencana taktis mereka untuk mengepung pasukan musuh. Ketika strategi pasukan asing yang baru menghadapi kegagalan, mereka secara konyol segera mengumumkan untuk membersihkan daerah.

Namun, sekali lagi realitas yang ada bertentangan dengan apa yang mereka klaim. Pasukan NATO dan AS meluncurkan operasi di provinsi Kunduz untuk mengurangi tekanan pada pasukan mereka di Marjah.

Tadinya, AS dan NATO mengira bahwa kaum Mujahidin akan mengirimkan beberapa kelompok pasukan dari Marjah ke distrik Chardaara, provinsi Kunduz. Dan klaim besar bahwa pasukan asing tentang operasi besar-besaran di provinsi Kandahar.

Semua upaya ini oleh AS dan NATO ditujukan untuk mengalihkan perhatian publik dunia dari Marjah dan mengurangi perlawanan Mujahidin. Namun kaum Mujahidin sama sekali tidak kekurangan tenaga kerja dan orang-orang bersenjata.Rakyat Afghan jelas sekali bersama kaum Mujahidin.

Setiap kali, Mujahidin membutuhkan orang, mereka mendapatkannya dari rakyat yang langsung bersedia begitu saja ketika itu juga. Rakyat Afghan tampaknya sadar bahwa para mujahidin adalah pelindung dan nilai-nilai nasional mereka.

Sebaliknya, kaum Mujahidin Afghanistan percaya Amerika dan sekutu akan selalu mencari dalih untuk melanjutkan pendudukan Afganistan.T erorisme, demokrasi, hak asasi manusia, hak-hak perempuan hanya sekadar slogan-slogan yang digunakan oleh kolonialisme Amerika untuk mencapai tujuan imperialis mereka di bagian dunia dan di Afghanistan. Banyak kasus penyiksaan terhadap tahanan di Guantanamo, Bagram, penjara Abu Gharib, kamp di Irak dan penjara rahasia di pangkalan militer di Afghanistan, mencolok dan brutal menunjukkan pelanggaran hak asasi manusia di Afghanistan dan Irak. (sa/qmmh)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang