Umat Manusia Akan Menghadapi Malapetaka

Rabu, 16/12/2009 10:35 WIB | Arsip | Cetak

Sekjen PBB Ban Ki-moon, menegaskan hendaknya masing-masing negara untuk tidak mementingkan diri sendiri. Sekarang bagaimana menyelamatkan masa depan umat manusia dari kehancuran total, akibat terus meningkatnya karbon emisi, yang akan sangat berdampak terhadap pemanasan global.

Pertemuan puncak PBB mengenai perubahan iklim telah resmi dibuka dengan Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan kepada para peserta untuk menyepakati satu kesepakatan guna mengatasi perubahan iklim. Ia mengatakan kepada para peserta yang hadir bahwa mereka mempunyai kesempatan untuk mengubah sejarah.

Tetapi ia menambahkan: ''Kita tidak punya satu tahun lagi untuk menunda; alam tidak bisa diajak berunding.'' Sebelumnya seorang pejabat PBB memperingatkan perundingan di Kopenhagen ini berjalan terlalu lamban dan masih banyak sekali persoalan yang harus diselesaikan.

''Selama tiga tahun saya telah berusaha untuk membawa para pemimpin dunia ke meja perundingan,'' kata Ban. ''Upaya selama tiga tahun berujung pada tiga hari ini untuk bertindak.'' Ia meminta para juru runding untuk tidak mementingkan kepentingan negara masing-masing.

''Tidak akan ada yang mendapatkan semua yang mereka inginkan. Tetapi kalau kita bekerjasama semua pihak akan mendapatkan apa yang mereka perlukan.''

Delegasi dari berbagai negara melakukan perundingan sebuah draft baru sebelum pertemuan tingkat tinggi dilakukan. Tidak akan ada yang mendapatkan semua yang mereka inginkan. Tetapi kalau kita bekerjasama semua pihak akan mendapatkan apa yang mereka perlukan.

Pada hari Jumat ini sekitar 130 kepala negara akan menghadiri sesi terakhir konferensi. Presiden konferensi ini Connie Hedegaard mengatakan pada saat pembukaan: ''Kata kunci dalam dua hari mendatang adalah kompromi.''

''Sukses masih bisa kita raih, tetapi saya harus memperingatkan Anda semua: kita juga bisa gagal,'' tambahnya. Saat melakukan brifing pada hari Selasa, ketua badan PBB mengenai perubahan iklim Yvo de Bper mengatakan pertemuan telah sampai pada titik penting dan menentukan.

''Kita selama satu minggu belakangan telah melihat kemajuan dibeberapa bidang, tetapi itu belum cukup,'' katanya kepada para wartawan. ''Jika konferensi ini ingin memenuhi harapan masyarakat dunia maka masih begitu banyak persoalan yang belum terselesaikan dan belum dibicarakan.''

Perselisihan terjadi ketika Sekjen PBB Ban Ki-Moon meminta pertemuan itu untuk menyepakati batas kenaikan suhu dunia sebesar 2C. Delegasi negara-negara berkembang berkilah kenaikan itu membahayakan mereka dan selama ini mereka mengkampanyekan batas 1,5C atau bahkan 1C untuk ambang batas kenaikan suhu dunia.

Ancaman di depan mata. Jika pertemuan di Kopenhagen tidak menghasilkan kesepakatan pengurangan karbon emisi secara radikal, maka tinggal menunggu waktu kehancuran kehidupan manusia secara global. (m/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang