Sekjen PBB: Israel Keterlaluan dan Tidak Bisa Diterima

Rabu, 21/01/2009 11:26 WIB | Arsip | Cetak

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon tak mampu berkata-kata melihat kehancuran yang terjadi di Jalur Gaza akibat agresi brutal Israel selama hampir tiga minggu ke wilayah Palestina itu. Ia hanya mengatakan "keterlaluan" dan "tidak bisa diterima" melihat dampak serangan Zionis ke kompleks PBB di Gaza dan meminta penyelidikan penuh atas serangan tersebut.

"Saya tidak bisa menjelaskan bagaimana perasaan saya menyaksikan ini semua ... serangan terhadap PBB keterlaluan dan sama sekali tidak bisa diterima. Saya sudah protes berulang kali dan saya sekarang saya protes dengan lebih keras lagi," kata Ki-moon dalam kunjungannya ke Jalur Gaza kemarin.

Ia menegaskan bahwa PBB dan komunitas internasional akan mendukung dan membantu rakyat Gaza untuk keluar dari kesulitan dan bencana luar biasa yang telah dilakukan militer Zionis. Untuk itu, kata Ki-moon, PBB akan mengirimkan delegasi tingkat tinggi untuk mengatur bantuan kemanusiaan dan membangun kembali Jalur Gaza.

Meski demikian, Ki-moon dengan hati-hati menyatakan bahwa tembakan-tembakan roket yang dilakukan pejuang Palestina ke wilayah Israel juga tidak bisa diterima. Ia menyerukan agar seluruh faksi di Palestina bersatu agar komunitas internasional termasuk PBB bisa memediasi kesepakatan damai permanen antara Israel dan Palestina.

Sayangnya, Ki-moon tidak menjadwalkan pertemuan dengan pihak Hamas di Jalur Gaza yang sebenarnya menjadi kunci bagi upaya perdamaian itu. Selama AS, Eropa dan masyarakat internasional masih memandang Hamas sebagai "kelompok teroris", padahal Hamas terbukti mendapat dukungan mayoritas rakyat Palestina dalam pemilu, akan sulit bagi PBB atau pihak manapun yang ingin memediasi perdamaian jika hanya perpijak pada kepentingan Israel dan tidak melibatkan Hamas.

Setelah meninjau Jalur Gaza, Ban Ki-moon akan berkunjung ke Sderot, di selatan Israel yang selama ini menjadi target roket-roket pejuang Palestina di Gaza. Ki-moon mengatakan bahwa dirinya sepenuhnya berkomitmen pada hak Israel untuk mengamankan wilayahnya sebagai bangsa berdasarkan perbatasan yang sudah disepakati. (ln/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang