Sekolah Khusus di India Ajari Muridnya Ilmu Mengemis

Rabu, 04/11/2009 07:51 WIB | Arsip | Cetak

Bagi yang pernah menonton film "Slumdog Millionare" tentu tidak asing melihat suasana India yang slumdog (kumuh). Dan di film slumdog milionare juga digambarkan adanya pengemis yang terorganisir, sebelum mengemis mereka diajarin dulu, dibekali ketrampilan untuk mengemis.  Ternyata semua itu bukanlah isapan jempol belaka.

Di desa Gololia, di wilayah Atranshal, Timur-Daya India, terdapat sebuah sekolah profesi yang secara khusus mengajarkan kepada murid-muridnya ilmu mengemis. Dari sekitar 200 keluarga di desa tersebut, hampir seluruhnya menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah tersebut untuk menjadi pengemis.

Desa Gololia dijuluki juga sebagai desa pengemis. Hampir seluruh penduduk desa berprofesi sebagai pengemis, dari pelbagai kalangan, mulai tua sampai balita. Faktor kemiskinan dan tidak adanya lapangan kerja adalah faktor yang mendorong mereka untuk berprofesi demikian.

"Kami tidak memiliki apa pun. Di tangan penduduk desa ini tidak terdapat makanan, uang, dan pekerjaan. Kami pun dipaksa oleh keadaan untuk mengemis demi bisa menyambung hidup," kata Paradsh, 'pengajar' di sekolah pengemis tersebut.

Rika Golgolia, salah seorang ibu rumah tangga dari desa tersebut, juga sependapat dengan Pardash. "Tidak ada pekerjaan, sementara kami hidup sengsara. Tidak ada juga seorang yang mau peduli dengan penderitaan kami. Beberapa orang pejabat datang ke sini, mereka hanya melihat dan mendengarkan keluh-kesah kami, sementara tidak berbuat sesuatu apa pun," katanya.

Selepas subuh, para anak-anak kecil akan menerima pendidikan di sekolah mengemis itu, untuk kemudian ketika hari kerja sudah mulai menggeliat, mereka akan pergi diangkut ke tempat keramaian untuk menjalankan profesi mereka. Seharian penuh mereka nanti akan mengemis, dan akan dijemput di waktu sore hari untuk kemudian pulang ke rumah masing-masing dengan membawa hasil kerja mereka.

"Dari uang hasil mengemis itu, mereka kemudian membeli makanan, minuman, dan alat-alat rumah," kata Paradsh.

Fenomena mengemis di India rupanya tak jauh beda dengan apa yang terjadi di Indonesia. Di ibu kota New Delhi, tercatat lebih dari 100 ribu pengemis beroperasi setiap harinya.

Dan tidak menutup kemungkinan di Indonesia ada juga sekolah yang mempelajari ilmu mengemis. Bagi yang tertarik untuk sekolah di sekolah mengemis ini, cukuplah hadits nabi yang menyatakan " tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah".(L2/aby)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang