Selamat Datang, Senjata Rahasia Baru Israel!

Bayangkan sejenak seperti apa medan perang di masa mendatang. Pesawat tak berawak terbang di udara; robot di daratan; rudal pintar memburu sasaran. Sekarang bayangkan bahwa tidak satupun dari ini dapat terdeteksi pada layar radar.
Ini mungkin terdengar fiktif, tapi itu terjadi. Sebuah perusahaan Israel bernama Nanoflight saat ini sedang mengembangkan sebuah proyek khusus yang membuat drone (pesawat jet tempur tanpa awak), rudal, atau kapal perang dengan mudah menghilang. Atau, lebih tepat, menjadi sangat sulit untuk dideteksi.
Tahap kritis dalam pengembangan proyek ini, yang dikembangkan di laboratorium nanoteknologi, baru-baru ini menyimpulkan, bahwa tes yang dijalankan, sukses pada pekan ini.
Partikel-partikel cat yang ada di rudal, misalnya, sebenarnya tidak melakukan deteksi di radar sama sekali, tapi membuatnya sangat sulit diidentifikasi sebagai sebuah rudal. Di masa mendatang, perkembangan ini akan memungkinkan setiap rudal atau jet secara nyata tak akan terdeteksi oleh radar.
Meskipun mereka tidak mungkin sepenuhnya hilang dari layar radar, teknologi ini diyakini menghemat biaya lebih banyak untuk menghindari deteksi radar dari pembelian pesawat siluman Amerika sebesar $ 5 miliar.
Bagaimana cara kerjanya? Dalam rangka untuk mencari objek, pemancar radar mengirim gelombang elektromagnetik. Ketika gelombang ini mencapai objek, mereka tersebar di segala penjuru, dengan beberapa dari mereka yang memantul kembali ke radar itu sendiri.
Nanoteknologi dikembangkan untuk menyerap gelombang radio yang dipancarkan oleh radar, dan melepaskan mereka sebagai energi panas yang tersebar di ruang angkasa. Dalam melakukannya, bahan-bahan yang ada menyamarkan material objek, sehingga sulit untuk diidentifikasi oleh radar.
"Kami baru dalam permulaan dan menemukan dunia baru setiap hari," kata Eli Shaldag, mantan senior Israel Air Force yang bekerja pada proyek rudal Arrow. Ia saat ini merupakan bagian dari departemen aplikasi militer Nanoflight.
"Ini adalah terobosan dengan potensi untuk mengubah aturan main di medan perang," kata Shaldag. (sa/ynet)
Lainnya (Arsip)
- Israel Tewaskan Seorang Wanita Palestina
Rabu, 14/07/2010 09:10 WIB - Kapal Militer Israel Mulai Dekati Kapal Bantuan Libya
Rabu, 14/07/2010 08:09 WIB - Israel Ultimatum Kapal Bantuan Libya untuk Ubah Arah
Rabu, 14/07/2010 08:02 WIB - Irlandia Minta Uni Eropa Tutup Akses Data Bagi Israel
Rabu, 14/07/2010 07:42 WIB - Parvez Ahmed, Abdul Rasheed Dan Amerika
Rabu, 14/07/2010 06:50 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




