Selamat Milad Ke-100, Masjid St Petersburg Rusia!

Ya, selamat milad ke-100, untuk Masjid St Petersburg Russia. Tahun ini, tepatnya bulan Maret, Muslim di Russia merayakan berdirinya masjid tersebut ke-100 di negara mereka. Pejabat pemerintah, tokoh agama dan tokoh sosial akan menghadiri peringatan khusus yang akan digelar. Para duta besar negara-negara Muslim akan menghadiri upacara ini juga.
Cafer Nasibullahoglu, imam dan mufti masjid di St Petersburg selama 34 tahun, mengatakan ketika Masjid St Petersburg dibangun, hanya ada 8 ribu orang Muslim tinggal di kota.;
Dia juga mengatakan bahwa saat ini sekitar 700 ribu umat Islam tinggal di St Petersburg dan masjid tidak dapat menampungnya sehingga mereka membangun masjid baru.
Ini adalah masjid pertama terbesar di Eropa, ketika pertama kali didirikan pada tahun 1913.
Dibangun di ibu kota Rusia dengan izin Kaisar Nicholas II, St Petersburg dengan ijin yang dibangun untuk untuk memperingati 25 tahun masa pemerintahan Abdul Ahat Khan di Bukhara.
Menara-menara masjid yang mencapai ketinggian 49 meter dan kubah yang mengesankan berukuran sampai 39 meter.
Masjid ini dapat menampung hingga lima ribu jamaah, antara tahun 1940 dan 1956, dan di era Soviet dibuat menjadi sebuah gudang selama Perang Dunia Kedua.
Atas permintaan Presiden Indonesia yang pertama, Soekarno yang berkunjung ke kota ini, Masjid St Petersburg menjadi tempat bagi komunitas Muslim pada tahun 1956, sepuluh hari setelah kunjungannya. Pemulihan utama masjid ini dilakukan pada tahun 1980.
Selama khotbah Jumat, Quran dan hadis dibaca dalam bahasa Arab dibacakan dan kemudian berlanjut dengan khotbah dalam bahasa Tatar dan Rusia, Mufti Nasibullahoglu menururkan.
Muslim dari 22 kebangsaan yang berbeda tinggal di kota St Petersburg, mayoritas dari mereka menjadi Tatar, Azeri, Kazakh, Uzbek, Kyrgyz, Tajik, Chechen, dan Arab.
Masjid Saint Petersburg masih masjid yang terbesar di Eropa. Ia menjadi pusat pendudukan yang terkemuka dan pusat studi Islam pula.
Masjid ini terletak di pusat kota St Petersburg, berseberangan dengan Benteng Petrus dan Paulus, di pusat kota. Kubah biru langitnya terlihat sangat jelas dari Jembatan Trinitas di Neva. Barokallah! (sa/wb)
Lainnya (Arsip)
- Dokumen Rahasia Pemerintah AS Soal Serangan 9/11, Bocor Lagi
Kamis, 18/03/2010 10:55 WIB - Terungkap, Pasukan AS Curi Organ Tubuh Tahanan Abu Ghraib Irak
Kamis, 18/03/2010 10:38 WIB - Tekan Biaya Pengeluaran Negara, Yordania Potong Gaji Menteri
Kamis, 18/03/2010 09:42 WIB - Dituduh Lakukan Genosida, Erdogan Ancam Usir Warga Armenia dari Turki
Kamis, 18/03/2010 09:09 WIB - Nikah Mut’ah Di Iran: Menikah Satu Menit, Menyesal Seumur Hidup
Kamis, 18/03/2010 07:29 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




