Senator AS: Tentara Muslim Harus Diseleksi Dengan Ketat

Kamis, 14/01/2010 17:48 WIB | Arsip | Cetak

Dua senator AS mengusulkan agar Pentagon melakukan perombakan seleksi para calon tentara yang akan bergabung dalam angkatan bersenjata AS, terutama calon tentara yang Muslim.

Usulan itu disampaikan lewat surat yang dikirimkan ke Menteri Pertahanan Robert Gates oleh Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS, Joe Lieberman dan Senator dari Partai Republik, Susan Collins. Kedua senator itu meminta Pentagon memperketat skrining terhadap tentara-tentara AS yang muslim dengan alasan tentara-tentara muslim berpotensi menyerang rekan mereka sesama tentara.

"Militer AS selayaknya melatih para tentara dari mulai personel sampai komandan, agar mereka bisa mengenali dan memberikan laporan jika ada diantara mereka yang menunjukkan tanda-tanda seorang islamis ekstrimis yang keras," kata Joe Lieberman, seorang Yahudi ortodoks yang dikenal pro-Israel.

Menurut juru bicara Komite, Leslie Phillips, definisi "Islamis Ekstrimis" dalam surat tersebut termasuk para tentara yang mengunjungi situs-situs internet yang oleh AS dianggap sebagai situs jihad atau membaca literatur-literatur tentang jihad.

Indikasi lainnya, kata Phillips, pernyataan-pernyataan yang menunjukkan bahwa tentara bersangkutan lebih mendahulukan kesetiaan pada sesama muslim atau menunjukkan sikap bahwa menahan diri untuk tidak membunuh sesama muslim adalah kewajibannya dan tidak mau menataati perintah yang berkaitan dengan hal tersebut.

Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS mengusulkan hal tersebut, terkait dengan insiden penembakan di Fort Hood, basis militer AS di Texas yang menewaskan tiga personel militer AS dan melukai 43 lainnya. Penembakan dilakukan oleh Mayor Nidal Hassan, yang bekerja sebagai psikiatri di kemiliteran AS. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan sejauh ini belum terungkap apa sebenarnya motif Hassan melakukan penembakan itu. Sementara spekulasi yang beredar mencurigai Nidal sudah terinfiltrasi pemikiran-pemikiran ekstrimis dan bahwa ia menolak ditugaskan kembali ke Irak untuk memerangi kaum Muslimin di negeri itu bersama tentara AS lainnya. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang