Senator AS: Tentara Muslim Harus Diseleksi Dengan Ketat
.jpg)
Dua senator AS mengusulkan agar Pentagon melakukan perombakan seleksi para calon tentara yang akan bergabung dalam angkatan bersenjata AS, terutama calon tentara yang Muslim.
Usulan itu disampaikan lewat surat yang dikirimkan ke Menteri Pertahanan Robert Gates oleh Ketua Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS, Joe Lieberman dan Senator dari Partai Republik, Susan Collins. Kedua senator itu meminta Pentagon memperketat skrining terhadap tentara-tentara AS yang muslim dengan alasan tentara-tentara muslim berpotensi menyerang rekan mereka sesama tentara.
"Militer AS selayaknya melatih para tentara dari mulai personel sampai komandan, agar mereka bisa mengenali dan memberikan laporan jika ada diantara mereka yang menunjukkan tanda-tanda seorang islamis ekstrimis yang keras," kata Joe Lieberman, seorang Yahudi ortodoks yang dikenal pro-Israel.
Menurut juru bicara Komite, Leslie Phillips, definisi "Islamis Ekstrimis" dalam surat tersebut termasuk para tentara yang mengunjungi situs-situs internet yang oleh AS dianggap sebagai situs jihad atau membaca literatur-literatur tentang jihad.
Indikasi lainnya, kata Phillips, pernyataan-pernyataan yang menunjukkan bahwa tentara bersangkutan lebih mendahulukan kesetiaan pada sesama muslim atau menunjukkan sikap bahwa menahan diri untuk tidak membunuh sesama muslim adalah kewajibannya dan tidak mau menataati perintah yang berkaitan dengan hal tersebut.
Komite Keamanan Dalam Negeri Senat AS mengusulkan hal tersebut, terkait dengan insiden penembakan di Fort Hood, basis militer AS di Texas yang menewaskan tiga personel militer AS dan melukai 43 lainnya. Penembakan dilakukan oleh Mayor Nidal Hassan, yang bekerja sebagai psikiatri di kemiliteran AS. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan sejauh ini belum terungkap apa sebenarnya motif Hassan melakukan penembakan itu. Sementara spekulasi yang beredar mencurigai Nidal sudah terinfiltrasi pemikiran-pemikiran ekstrimis dan bahwa ia menolak ditugaskan kembali ke Irak untuk memerangi kaum Muslimin di negeri itu bersama tentara AS lainnya. (ln/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Sejarah Kelam Amerika di Haiti
Kamis, 14/01/2010 16:22 WIB - Mau Kemana Afghanistan, Ki-Moon?
Kamis, 14/01/2010 15:19 WIB - Dalam Sekejap, 100.000 Orang Tewas Akibat Gempa di Haiti
Kamis, 14/01/2010 12:38 WIB - Di Inggris, Janggut Dianggap Membahayakan Para Petinju
Kamis, 14/01/2010 12:20 WIB - Mursyid 'Aam Ikhwanul Muslimin : Pemilihan Mursyid ke 8 di Tunda
Kamis, 14/01/2010 11:13 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




