eramuslim

Ryan Crocker : Pemerintah Iraq Menjadi Target Al-Qaidah

Mantan Duta Besar AS untuk Iraq Ryan Crocker, menuduh Al-Qaidah  menjadi dalang serangan terhadap kantor-kantor dan pusat pemerintahan di Iraq. Al-Qaidah menjadikan kantor pemerintahan sebagai target serangan, ucap Crocker.

Serangan-serangan yang dilakukan Al-Qaidah di Iraq 'sangat mematikan', dan menimbulkan korban yang sangat besar. Gerakan ini memiliki percaya diri yang tinggi terhadap pemerintah Iraq, khususnya saat menjelang akan dilangsungkan pemilu, Januari mendatang.

Serangan yang terjadi hari Selasa (16/12), yang menggunakan tiga bom mobil, menimbulkan kerusakan yang sangat hebat di kota Bagdad, yang tak jauh dari "Zone Hijau', yang merupakan pusat pemerintahan di Iraq, dan para pejabat asing, serta dekat dengan Kedutaan Amerika. Akibat serangan itu 4 orang tewas, dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.

"Sangat jelas yang menjadi dalang dan arsitek pemboman Al-Qaidah", ucap Crocker.  Dalam sepekan pemboman yang terjadi di Bagdad mengakibatkan 130 orang tewas, dan 400 orang lebih yang mengalami luka-luka. Selama bulan Oktober telah terjadi aksi pemboman yang sangat buruk, pemboman itu telah menyebabkan ratusan orang tewas, dan ratusan lainnya luka-luka. Banyaknya jatuh korban sipil, akibat aksi pemboman itu, melebihi selama berlangsungya agresi Amerika di Iraq tahun 2003,  tambah Crocker.

Crocker, tak lain, sekarang ia menjadi pengajar di George Bush School of Government di Texas, selanjutnya menegaskan bahwa Al-Qaidah sekarang ini telah mengubah taktik mereka dalam berperang. Al-Qaidah memulai perang sipil, dan menjadikan target kalangan sipil, dan mengobarkan perang sektarian.

Selanjutnya, tokoh yang terlibat dalam invasi Amerika ke Iraq, di masa pemerintahan Georger Bush itu, menegaskan bahwa pemilu yang akan berlangsung di bulan Maret nanti, sangatlah penting dalam rangka menciptakan stabilitas di negeri itu. Menurut Crocker, berbagai kekerasan yang sekarang marak di Iraq akan menjadi tantangan baru bagi panglima perang pasukan Amerika di Iraq, Jendral Raymodn Odieno.

Rencananya Amerika akan mengakhiri pendudukannya, dan akan menarik pasukannya dari wilayah Iraq akhir Agustus tahun depan. Sementara itu, penarikan pasukan AS dari kota-kota Iraq sudah dimulai sejak bulan Juni lalu. Amerika akan mulai menarik 50.000 pasukannya dari Iraq, dari jumlah pasukannya yang sekarang ini mencapai 115.000.

Amerika sebelum pergi dari Iraq telah mempersiapkan pasukan Iraq, dan sekarang telah terbentuk pasukan Iraq yang jumlahnya 700.000 pasukan. Inilah yang diharapkan AS dapat menciptakan stabilias di Iraq. Menurut seoran pejabat AS, dibidang pertahanan, AS telah menghabiskan dana $ 7milyar dolar untuk membangun pasukan di Iraq.(m/cnn)

.