Senjata Baru Militer Inggris di Afghanistan
.jpg)
Militer Inggris nampaknya akan menggunakan "senjata" baru untuk membungkam perlawanan kelompok Taliban di Afghanistan. Mereka tidak lagi menggunakan tembakan dan senjata canggih, tapi menggunakan senjata "suap" alias sogokan.
Keterlibatan Inggris dalam perang AS di Afghanistan membuat banyak tentara asing putus asa, termasuk tentara-tentara Inggris. Sudah delapan tahun perang, tapi Taliban belum juga berhasil dilumpuhkan. Akhirnya mereka menyarankan para komandannya untuk "menyuap" saja para pendukung Taliban dan mencoba negosiasi dengan para pemimpin Taliban.
Dan saran "suaap" itu ternyata dicantumkan dalam buku manual terbaru angkatan bersenjata Inggris, dimana dalam buku itu para komandan disarankan untuk memberikan "sogokan uang" pada para anggota Taliban sebagai "senjata" untuk melemahkan gerakan Taliban.
"Senjata yang paling ampuh untuk menghadapi para pemberontak, bukan tembakan. Gunakan sekantong emas untuk mengubah dinamisasi situasi keamanan dalam jangka pendek. Tapi, jangan asal memberikan emas pada mereka, alat ini harus digunakan dengan bijak," kata Mayor Jenderal Paul Newton, salah satu komandan pasukan Inggris.
"Dalam pertempuran, untuk mempengaruhi para aktor yang berkuasa memutuskan kebijakan, menggunakan uang bisa membantu untuk membujuk seseorang atau kelompok agar mau menerima otoritas dan legitimasi pemerintahan negara setempat," sambungnya.
Dalam buku manual pasukan Inggris, disebutkan pula bahwa kemiskinan dan pengangguran di Afghanistan mendorong banyak rakyat Pakistan yang memilih bergabung dengan Taliban. "Oleh sebab itu, uang, jika digunakan dalam konteks yang benar dalam perencanaan jangka panjang, bisa dijadikan senjata efektif untuk menjauhkan warga masyarakat dari kelompok-kelompok pemberontak ..." demikian bagian isi buku manual tersebut. Pendek kata, uang sogokan bisa menggantikan posisi pasukan, untuk menghadapi musuh.
Buku panduan bagi pasukan Inggris itu juga menyinggung upaya negosiasi dengan kelompok Taliban di Afghanistan. Militer Inggris disarankan untuk mulai membuka dialog dengan Taliban untuk mengakhiri konflik di Negeri Para Mullah itu.
Belakangan ini, negara-negara yang bersekutu menginvasi Aghanistan untuk menumbangkan Taliban, mulai menyadari bahwa mereka tidak akan memenangkan perang melawan Taliban. Di Inggris dan Eropa bahkan di AS sendiri, makin menguat seruan agar pasukan asing melakukan negosiasi dengan Taliban, atau pasukan asing ditarik mundur saja dari Afghanistan. (ln/iol)
Lainnya (Arsip)
- Demonstran Argentina : Shimon Peres Layak Dapat Nobel Pembunuh
Rabu, 18/11/2009 09:53 WIB - Malangnya Hutchinson, Dijebloskan ke Penjara
Rabu, 18/11/2009 09:41 WIB - Intelejen Pakistan: Inggris Ingin "Damai" dengan Taliban
Rabu, 18/11/2009 08:38 WIB - Presiden Swiss : Suara Adzan Tidak Akan Terdengar Lagi Disini!
Rabu, 18/11/2009 08:35 WIB - Taliban Tidak Melakukan Pemboman ke Sasaran Sipil?
Selasa, 17/11/2009 14:30 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




