Senjata Baru Militer Inggris di Afghanistan

Rabu, 18/11/2009 11:05 WIB | Arsip | Cetak

Militer Inggris nampaknya akan menggunakan "senjata" baru untuk membungkam perlawanan kelompok Taliban di Afghanistan. Mereka tidak lagi menggunakan tembakan dan senjata canggih, tapi menggunakan senjata "suap" alias sogokan.

Keterlibatan Inggris dalam perang AS di Afghanistan membuat banyak tentara asing putus asa, termasuk tentara-tentara Inggris. Sudah delapan tahun perang, tapi Taliban belum juga berhasil dilumpuhkan. Akhirnya mereka menyarankan para komandannya untuk "menyuap" saja para pendukung Taliban dan mencoba negosiasi dengan para pemimpin Taliban.

Dan saran "suaap" itu ternyata dicantumkan dalam buku manual terbaru angkatan bersenjata Inggris, dimana dalam buku itu para komandan disarankan untuk memberikan "sogokan uang" pada para anggota Taliban sebagai "senjata" untuk melemahkan gerakan Taliban.

"Senjata yang paling ampuh untuk menghadapi para pemberontak, bukan tembakan. Gunakan sekantong emas untuk mengubah dinamisasi situasi keamanan dalam jangka pendek. Tapi, jangan asal memberikan emas pada mereka, alat ini harus digunakan dengan bijak," kata Mayor Jenderal Paul Newton, salah satu komandan pasukan Inggris.

"Dalam pertempuran, untuk mempengaruhi para aktor yang berkuasa memutuskan kebijakan, menggunakan uang bisa membantu untuk membujuk seseorang atau kelompok agar mau menerima otoritas dan legitimasi pemerintahan negara setempat," sambungnya.

Dalam buku manual pasukan Inggris, disebutkan pula bahwa kemiskinan dan pengangguran di Afghanistan mendorong banyak rakyat Pakistan yang memilih bergabung dengan Taliban. "Oleh sebab itu, uang, jika digunakan dalam konteks yang benar dalam perencanaan jangka panjang, bisa dijadikan senjata efektif untuk menjauhkan warga masyarakat dari kelompok-kelompok pemberontak ..." demikian bagian isi buku manual tersebut. Pendek kata, uang sogokan bisa menggantikan posisi pasukan, untuk menghadapi musuh.

Buku panduan bagi pasukan Inggris itu juga menyinggung upaya negosiasi dengan kelompok Taliban di Afghanistan. Militer Inggris disarankan untuk mulai membuka dialog dengan Taliban untuk mengakhiri konflik di Negeri Para Mullah itu.

Belakangan ini, negara-negara yang bersekutu menginvasi Aghanistan untuk menumbangkan Taliban, mulai menyadari bahwa mereka tidak akan memenangkan perang melawan Taliban. Di Inggris dan Eropa bahkan di AS sendiri, makin menguat seruan agar pasukan asing melakukan negosiasi dengan Taliban, atau pasukan asing ditarik mundur saja dari Afghanistan. (ln/iol)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang