Kesepakatan Baru, Komitmen AS untuk Melindungi Israel

Senin, 11/01/2010 12:38 WIB | Arsip | Cetak

AS menandatangani kesepakatan bantuan militer untuk Israel senilai 800 juta dollar sebagai bentuk komitmen AS untuk menjaga keamanan negara Zionis itu.

Majalah mingguan Defense News terbitan AS menurunkan laporan tentang adanya kesepakatan antara AS-Israel yang ditandatangani sebulan yang lalu. Dalam laporan itu disebutkan, berdasarkan kesepakatan tersebut, militer AS akan meningkatkan dua kali lipat nilai bantuan peralatan militer darurat negara itu pada Israel dan Israel diijinkan untuk menggunakan perlengkapan perang milik AS dalam kondisi darurat.

Kesepakatan itu merupakan keputusan final dari pembahasan yang dimulai sejak setahun lalu, tentang tipe dan jumlah senjata serta amunisi yang akan dikirim AS ke Israel, sebagai bagian dari kebijakan AS untuk menimbun persediaan persenjataannya di tempat-tempat yang mudah dijangkau AS jika negara itu akan melakukan operasi militernya. Selain itu, sebagai upaya mempermudah sekutu-sekutu AS untuk menggunakan senjata artileri milik AS tersebut dalam situasi darurat.

Defense News menyebutkan, pihak Israel yang menandatangani perjanjian itu diwakili oleh Kepala bidang logistik dan teknologi militer Israel, Brigadir Jenderal Ofer Wolf. Sedangkan pihak AS diwakili oleh Direktur Logistik Komando Pasukan AS untuk Eropa, Laksamana Andy Brown.

AS mulai menimbun peralatan militernya senilai 100 juta dollar di Israel sejak tahun 1990 atau sekitar 12 tahun setelah Negeri Paman Sam itu melakukan kebijakan untuk menempatkan senjata-senjatannya di wilayah-wilayah yang menjadi sekutu AS, dimulai di Korea Selatan.

Pada Defense News, seorang pejabat departemen pertahanan AS mengatakan kesepakatan baru antara AS-Israel terkait bantuan dan peralatan militer bulan Desember lalu, menunjukkan bahwa pemerintahan Obama (Presiden AS) melanjutkan komitmen AS untuk menjaga keamanan Israel. Meski situasi ekonomi dan inflasi membuat AS harus membatasi bantuan persenjataannya pada Israel dalam bentuk misil, kendaraan tempur, persenjataan udara dan senjata-senjata artileri.

Kesepakatan itu bertujuan untuk membantu upaya Israel untuk memperkuat persenjataannya yang akan digunakan dalam situasi darurat. Israel mengklaim kekurangan senjata artileri dan udaranya setelah perang melawan Hizbullah di Libanon tahun 2006 lalu. Militer Israel mengatakan bahwa saat ini persenjataan yang masih dimiliki Israel adalah senjata-senjata yang kurang berbahaya. (ln/hrz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang