Seorang Bocah di Afghanistan

Ia berusia 14 tahun. Namanya masih belum diketahui sampai saat ini. Selasa, dua bulan yang lalu, desa tempat ia tinggal di Mamlah, Ninjihar diserang oleh pasukan Amerika dan sekutunya.
Pasukan asing menerjang semua dan menghancurkan rumahnya. Ketika ia tertangkap, si bocah melakukan perlawanan. Ia mengambil pedang dan kemudian dengan sigap berduel dengan salah satu tentara Amerika. Tanpa dinyana, si bocah berhasil memenangkan pertarungan, dan tentara Amerika itu tewas. Si bocah kabur dan tak pernah tertangkap lagi. Tapi seluruh dunia mungkin telah menyebutnya sebagai “Dasar bocah teroris! Kecil-kecil sudah pandai membunuh orang!”
Lantas, bagaimana lagi bocah-bocah Afghanistan mempertahankan diri, ketika semuanya direnggut? Ibu, ayah, saudaranya, dan masa depannya? Bukan sekali dua diberitakan bahwa bocah-bocah Afghanistan melakukan perlawanan berani—seperti halnya anak-anak Palestina yang melempari penjajah Israel dengan batu-batu.
Empat tahun lalu, Abdul Karim, berusia 10 tahun memerangi seorang tentara Amerika dengan berbekal sebuah kapak di Bahto, Kandahar.
Tahun lalu, Abdullah—juga berusia 10 tahun, dari Miyunda—juga melakukan aksi yang sama.
Seorang bocah di Afghanistan pun mengerti, bahwa negaranya sedang dijajah sekarang ini. (sa/ qimmah/prisonerofjoy)
Lainnya (Arsip)
- Maraknya Pemerintahan Bayangan Taliban di Afghanistan
Rabu, 09/12/2009 05:37 WIB - Ketika Rakyat Iraq Merindui Saddam
Rabu, 09/12/2009 05:11 WIB - Muslim Moro dan Philipina Kembali ke Meja Perundingan
Selasa, 08/12/2009 17:03 WIB - Ledakan Bom Menewaskan 77 Orang di Bagdad
Selasa, 08/12/2009 16:41 WIB - Muslim Denmark Skeptis Soal Partai Islam
Selasa, 08/12/2009 15:47 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




