Seorang Bocah di Afghanistan

Rabu, 09/12/2009 07:50 WIB | Arsip | Cetak


Ia berusia 14 tahun. Namanya masih belum diketahui sampai saat ini. Selasa, dua bulan yang lalu, desa tempat ia tinggal di Mamlah, Ninjihar diserang oleh pasukan Amerika dan sekutunya.

Pasukan asing menerjang semua dan menghancurkan rumahnya. Ketika ia tertangkap, si bocah melakukan perlawanan. Ia mengambil pedang dan kemudian dengan sigap berduel dengan salah satu tentara Amerika. Tanpa dinyana, si bocah berhasil memenangkan pertarungan, dan tentara Amerika itu tewas. Si bocah kabur dan tak pernah tertangkap lagi. Tapi seluruh dunia mungkin telah menyebutnya sebagai “Dasar bocah teroris! Kecil-kecil sudah pandai membunuh orang!”

Lantas, bagaimana lagi bocah-bocah Afghanistan mempertahankan diri, ketika semuanya direnggut? Ibu, ayah, saudaranya, dan masa depannya? Bukan sekali dua diberitakan bahwa bocah-bocah Afghanistan melakukan perlawanan berani—seperti halnya anak-anak Palestina yang melempari penjajah Israel dengan batu-batu.

Empat tahun lalu, Abdul Karim, berusia 10 tahun memerangi seorang tentara Amerika dengan berbekal sebuah kapak di Bahto, Kandahar.

Tahun lalu, Abdullah—juga berusia 10 tahun, dari Miyunda—juga melakukan aksi yang sama.

Seorang bocah di Afghanistan pun mengerti, bahwa negaranya sedang dijajah sekarang ini. (sa/ qimmah/prisonerofjoy)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang