Seorang Sopir Taksi Muslim di New York dan Nenek Yang Kehilangan Uangnya

Senin, 11/01/2010 21:04 WIB | Arsip | Cetak

Ia menempuh ribuan mil untuk mencari seorang nenek yang tak dikenalnya. Hanya untuk mengembalikan uang nenek tersebut.

Kejadiannya berlangsung pada malam Natal Desember 2009 lalu. Mukul Asaduzzaman, berusia 28 tahun. Ia berasal dari Bangladesh. Di New York, ia sedang menjalani studi sebagai mahasiswa pasca-sarjana fakultas kedokteran di Queens. Biaya hidup yang sangat mahal membuatnya menjadi sopir taksi untuk sementara dan menopang kebutuhan sehari-harinya.

Malam itu, seorang nenek asal Italia masuk ke taksinya. Si Nenek berniat mencari kerabatnya di Long Island. Maka, Asaduzzaman pun segera membawa taksinya ke tempat yang dituju.

Ketika sudah sampai, dan menurunkan nenek tersebut, Asaduzzaman pun kembali pulang ke tempatnya berasal. Tapi ketika ia sudah sampai, alangkah terkejutnya ketika ia menemukan ada uang tergeletak. Jumlahnya? Banyak sekali. Yaitu $ 10.000 tunai. Jika dijumlahkan dalam rupiah mencapai kurang lebih Rp. 100 juta!

Akhirnya, tanpa pikir panjang, Asaduzzaman pun kembali memutar taksinya menuju tempat si nenek Italia turun. Sial baginya, ia tidak ingat, dimana ia menurunkan si nenek itu tepatnya. Akhirnya, setelah ia mencari selama tiga malam berturut-turut, ia menunggu di luar sebuah rumah kosong yang diduga berada di antara rumah kerabat nenek tersebut.

Dan tak lama kemudian, ia kembali bertemu dengan si nenek yang dicarinya. Nenek itu bernama Felicia Lettieri. Alangkah leganya Lettieri ketika ia menemukan kembali uangnya yang hilang itu. Ia tak menyangka bahwa sopir taksi itu akan mengembalikannya kepadanya.

“Saat itu begitu indah, begitu baik,” ujar Lettieri, 72. Ia sangat berterima kasih kepada Asaduzzaman.

Tanggapan Asaduzzaman? "Ketika saya berumur 5 tahun, ibu saya mengatakan pada saya; Jujur, dan bekerja keraslah dan kamu akan mendapatkan rejekimu sendiri."

Yang membuat Amerika heboh dan sampai saat ini masih terus membicarakan kejadian ini adalah karena Asaduzzaman menolak untuk menerima imbalan uang dari Lettieri. Media-media AS memberitakannya secara ekslusif.

Yang berikutnya, karena ia adalah seorang Muslim. Dan mungkin, itulah potret Muslim yang tidak pernah mau dilihat oleh orang Amerika yang selalu menganggap “teroris” kepada orang-orang Islam. (sa/newyorkpost)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Manajemen dan Disiplin

Ketika aku memasak dan mengiris bawang, aku berpikir bahwa seorang ibu harus punya thinking skill dan juga managerial skill, agar hal ini tidak membuat hari-harinya habis hanya untuk urusan rumah ta …

LKC Dompet Dhuafa Latih Kader Pos Sehat Ke-27

CIPUTAT – Sebanyak 15 orang Kader Pos Sehat Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Jawa Barat mendapatkan pelatihan persiapan pembukaan  Pos Sehat LKC dompet Dhuafa. Pelatihan ini sebaga…

ACT Kirim Tim Trauma Healing ke Aceh

          Gempa yang mengguncang Aceh memang berkekuatan besar, 8,5 skala Richter cukup untuk mengulang kisah kelam saat gempa berkekuatan sama memicu Tsunami 2004 silam. Ke…

Jangan ambil nyawaku…, sebelum berhasil mengambil air

Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecama…

Pak Boih, ”Memperbaiki Hidup Melalui Program Misykat”

Skenario Allah swt memang selalu mengagumkan. Unik. Dan terkadang tidak pernah terpikir sedikitpun oleh kita. Melalui jalan yang sulit maupun yang mudah. Yang panjang maupun yang singkat. Selalu ada…


BSM Terima Penghargaan Service Excellence Award 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) kembali menoreh prestasi sebagai  Award Service Excellence Award 2012. Penghargaan kali ini diberikan oleh  Carre Customer Satisfaction & Lo...

Bedah Film Negeri 5 Menara di Universitas Mercubuana
Karya Anak bangsa yang mulai tayang perdana 1 Maret 2012 ini terus mendapat apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui Bedah Film Nasional N5M ...

Baso Jadi Nominator di Festival Film Bandung
Alhamdulillah, Film Negeri 5 Menara yang disponsori oleh  iB Perbankan Syariah bank Indonesia mendapatkan apresiasi dari masyarakat Indonesia baik dalam maupun luar negeri . ...

Ekonomi Syari’ah, Kunci Atasi Krisis Global
Berbagai kelemahan yang terdapat pada bank konvensional menjadi isu utama penyebab krisis keuangan global. System ekonomi syari’ah memiliki daya tahan yang kuat terhadap kri...


Peluang