Sepakbola Jerman dan Penghinaan Terhadap Nabi Muhammad

Kamis, 06/08/2009 17:04 WIB | Arsip | Cetak

Sepak bola adalah agama bagi pendukung Schalke 04, sebuah klub sepakbola elit asal Jerman, dan pada musim lalu menduduki peringkat ketiga dalam klasemen akhir. Paus John Paul II bahkan menjadi salah satu anggota kehormatan klub. Namun sekarang, umat Muslim berang terhadap lagu resmi Schalke 04. Banyak Muslim Jerman, termasuk juga para pendukung Schalke, telah menyampaikan protesnya. Apa yang terjadi gerangan?

Pekan lalu, beberapa media Turki mengungkapkan baris ketiga dari “lagu kebangsaan” Schalke. Anthem ini berjudul “Biru dan Putih, Betapa Aku Mencintaimu.” Jika diterjemahkan maka baris itu berbunyi seperti ini, “Muhammad, sang rasul/yang tak mengerti apapun tentang sepakbola/tapi dari kilau warnanya/ia telah memilih biru dan putih.”

Saat ini, terdapat 4 juta Muslim di Jerman, dan kebanyakan berasal dari Turki. Syair ini jelas membuat murka warga Muslim di sana. Menurut arsip lagu rakyat Jerman, lagu resmi klub ini diambil dari potongan lagu lama di tahun 1979 yang berbunyi, “Muhammad adalah pendukungku! Dia tahu keindahan sebenarnya. Dia, yang dianggap hanya memilih warna hijau, suci dari segala perwarnaan.”

Versi Schalke diciptakan tahun 1924 dan diedit pada tahun 1963. Setiap kali Schalke bertanding di stadionnya sendiri, para pendukung menyanyikannya.

Hanya dalam waktu tidak kurang dari satu hari, klub sepakbola ini telah menerima 350 imel berisi protes. Burhan Kesici, sekjen Dewan Islam di Jerman, berusaha menenangkan situasi ini dan meminta pihak Schalke untuk segera serius menindaklanjuti hal ini. “Sangat tidak benar menyebutkan Rasul di daalm sebuah lagu resmi klub. Saya pikir itu sesuatu yang keluar dari rasa hormat pada kaum Muslim di negeri ini.” Kesici berkata pada German Press Agency.

Sekjen Dewan Pusat Muslim Jerman, Aiman Mazyek, berkomentar, “Kami tak akan menyebut lagu ini melanggar hukum (Jerman), tapi menginginkan penjelasan akan latar belakangnya. Kami berutang pada pendukung dan pemain Schalke.” Saat ini Muslim di Jerman memang tengah sensitive setelah tragedi 1 Juli tentang Marwa al-Sharbini , seorang perempuan Mesir yang tewas di pengadilan Dresden. Setelah kejadian itu, Mazyek mengatakan bahwa banyak umat Islam yang tak merasa lagi aman. Jerman telah berubah menjadi negara yang membenci Islam.

Ketua dewan kehormatan Schalke, pendeta protestan Hans-Joachim Holm, tidak terbawa arus, namun memperingatkan klub agar segera bertindak. Ia mengatakan kepada harian Sueddeutsche Zeitung, syair ini akan membuat reaksi yang panas di kalangan pendukung Schalke. Saat ini, di kesebelasan Schalke ada Halil Altintop, pemain Turki yang beragama Islam. (sa/earttimes)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang