Sepatu Perpisahan Buat Bush

Hari terakhir Presiden George W. Bush di Gedung Putih diwarnai dengan aksi lempar sepatu yang dilakukan oleh sekitar 500 aktivis anti-perang.
Para aktvis perang itu melempar sekitar 40 pasang sepatu ke pintu dengan Gedung Putih sebagai ungkapan kemarahan mereka atas perang-perang yang dikobarkan Bush selama masa pemerintahannya.
Para aktivis anti-perang itu mengatakan, aksi lempar sepatu yang mereka lakukan juga sebagai bentuk solidaritas pada Muntazer al-Zaidi, wartawan Irak yang dengan berani melempar Bush dengan sepatunya saat acara keterangan pers di Baghdad bulan Desember lalu.
Aksi protes ke Gedung Putih itu dikordinir oleh organisasi Washington Peace Center, organisasi veteran perang Irak anti-perang dan organisasi perdamaian lainnya. Kordinator aksi, Jamilla El-Shafei mengatakan, para peserta aksi dipersilahkan mengungkapkan kemarahannya pada Bush yang menurut El-Shafei mengakhiri jabatannya tanpa dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran-pelanggaran konstitusi AS yang dilakukan Bush.
Bush adalah Masa Kegelapan
Bagi kebanyak warga Muslim Amerika, Bush adalah pemimpin yang hanya menimbulkan masalah bagi warga Muslim di AS dan di seluruh dunia. Dua persoalan utama yang ditimbulkan Bush adalah perang dan pelanggaran hak asasi manusia.
Menurut Laila Al-Qatami, Direktur Komunikasi American-Arab Anti-Discrimination Committee (ADC), mayoritas umat Islam tidak senang dengan kebijakan luar negeri dan dalam negeri Bush. "Kebijakan luar negeri Bush tidak menghasilkan apapun bagi rakyat Amerika kecuali rasa kebencian dunia Islam dan kehancuran ekonomi AS," kata Al-Qatami.
Ibrahim Ramey dari Muslim American Society (MAS) Freedom Foundation sepakat dengan pendapat itu. "Kepresidenan Bush adalah sebuah ideologi dominansi dan kekejaman terhadap dunia Islam," ujarnya.
Hooria, mahasiswa ilmu politik menambahkan, kegagalan kebijakan luar negeri Bush menjadi penyebab timbulnya kehancuran di seluruh dunia Islam. "Apa yang terjadi di Irak, Palestina, Suriah, Libanon, Iran dan Afghanistan adalah warisan Amerika yang ingin mengubah wajah kawasan. Tapi yang terjadi cuma kehancuran dan ketidakstabilan," tukasnya.
Bagi sebagian besar Muslim AS, pemerintahan Bush adalah masa gelap dalam sejarah hak sipil di Amerika. "Delapan tahun pemerintahan Bush, adalah masa yang panjang bagi pelanggaran kemanusiaan di Guantanamo dan penjara Abu Ghraib," kata Ramey.
Di dalam negeri pun, Bush menerapkan kebijakan yang diskriminatif bagi warga Muslim. Seorang imam Muslim di Alexandria menilai Bush telah menyebabkan warga Muslim AS merasa tidak aman dan hak-hak asasi mereka terancam. (ln/iol/prtv)
Lainnya (Arsip)
- Trio Maut Presidensial AS
Selasa, 20/01/2009 10:02 WIB - Hamas: Presiden Abbas Mata-Mata Israel
Selasa, 20/01/2009 09:54 WIB - Negara-Negara Arab Surati IAEA Soal Persenjataan Israel
Selasa, 20/01/2009 09:26 WIB - KTT Kuwait, Ajang Rekonsiliasi Antar Pemimpin Arab
Selasa, 20/01/2009 08:25 WIB - From Fukuoka with Love, Peace and Freedom for Palestine
Selasa, 20/01/2009 08:12 WIB
Dunia
Terkait
Education Corner
Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …
Badan Wakaf Al-Quran
Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali
Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan
Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban. Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…
Layanan Kesehatan Cuma-Cuma
LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang
BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…




