Sepuluh Prajurit Israel Menolak Perang

Rabu, 14/01/2009 16:22 WIB | Arsip | Cetak

Sepuluh tentara cadangan Israel menolak ditugaskan dalam perang di Gaza sebagai protes atas pembantaian yang dilakukan pasukan Israel terhadap anak-anak dan kaum perempuan Gaza dalam agresi brutalnya ke wilayah itu.

Kantor Berita Ma'an melaporkan, seorang tentara cadangan Israel bersama satu unitnya menolak bergabung dengan pasukan yang melakukan serangan darat ke Jalur Gaza. Tentara-tentara itu memilih dipenjara selama 14 hari karena menolak tugas daripada harus ikut melakukan serangan brutal ke Gaza.

Sepuluh tentara dalam unit tersebut mengatakan, mereka tidak mau ambil bagian dalam perang yang telah membunuh hampir 1.000 warga sipil di Gaza, termasuk perempuan dan anak-anak dan untuk itu mereka siap diadili dengan tuduhan melanggar perintah.

"Kita sudah membunuh 900 rakyat Palestina dalam 17 hari, termasuk ratusan anak-anak. Jika kekerasan yang harus digunakan, kekerasan itu selayaknya digunakan seminimal mungkin, tapi itu tidak dilakukan," kata No'em Levna, salah seorang prajurit Israel berpangkat letnan satu yang menolak ditugaskan ke Jalur Gaza.

"Membunuh warga sipil tak berdosa, tidak bisa dibenarkan. Tak ada satupun yang membenarkan tindakan semacam itu. Perbuatan itu adalah perbuatan jahat," tukasnya.

Levna menambahkan, apa yang dilakukan militer Israel semata-mata hanya bentuk arogansi Irael yang dipaksakan sebagai tindakan yang logis. "Israel bilang, 'jika kita berhasil menghancurkan lebih banya, semuanya akan baik-baik saja'. Tapi kebencian dan kemarahan yang kita tanam di Gaza, akan berbalik pada kita," tandas Levna.

Inilah pertama kalinya sejumlah tentara Israel menolak dilibatkan dalam agresi massif yang dilakukan militer Israel ke Gaza. Para tentara itu lebih rela dipenjara daripada mengikuti perintah membunuh warga sipil tak berdosa di Palestina. (ln/prtv)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang