Serangan Kubu Republik Terhadap Kebijakan Obama

Senin, 07/12/2009 10:54 WIB | Arsip | Cetak

Para pejabat senior pemerintah Amerika menolak kecaman terhadap rencana Presiden Barack Obama untuk mulai menarik pasukan Amerika dari Afghanistan tahun 2011. Minggu lalu Presiden Obama mengumumkan bahwa Amerika akan meningkatkan jumlah pasukan, tetapi akan mulai mengurangi tentara Amerika di sana pada bulan Juli 2011.

Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan, batas waktu itu "bukan batas waktu mutlak", sementara Menteri Pertahanan Robert Gates mengatakan, rencana itu merupakan "awal dari sebuah proses". Gates juga mengakui keberadaan Osama bin Laden tidak diketahui. Dia mengatakan, dalam beberapa tahun ini Amerika sudah tidak memiliki informasi intelijen penting mengenai pergerakannya.

Kubu Partai Republik menyebut pilihan waktu Presiden Obama "sewenang-wenang" dan mungkin dapat dimanfaatkan oleh kelompok Taliban.  Senator John McCain mengatakan, batas waktu itu mengirim pesan yang salah kepada kelompok milisi. Ini bukan strategi keluar dari Afghanistan maupun batas waktu yang mutlak

Tetapi Gates mengatakan pasukan Amerika akan dipulangkan secara bertahap, dan Amerika akan tetap memiliki posisi mengawasi di sana bila diperlukan. "[Presiden Obama] menyeimbangkan tekad untuk menarik pasukan dengan upaya untuk mendesak pemerintah Afghanistan bahwa mereka harus berupaya mempercepat perekrutan tentara mereka, melatih tentara mereka dan mengerahkan mereka ke lapangan."

Dia menambahkan bahwa pada bulan Juli 2011 para jendral Amerika akan mengetahui "apakah strategi kita berhasil". Presiden Obama sebelumnya memerintahkan penambahan 30.000 pasukan tambahan ke Afghanistan secepat mungkin, sehingga jumlah pasukan Amerika di negara itu menjadi 100.000.

Ketika mengumumkan penambahan pasukan itu, dia mengatakan misi di Afghanistan adalah mengalahkan al-Qaeda, membalikan momentum Taliban dan mencegah mereka menggulingkan pemerintah. Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan: "Ini bukan strategi keluar dari Afghanistan maupun batas waktu yang mutlak."

"Yang kami bicarakan adalah penilaian bahwa... kita bisa memulai masa peralihan, peralihan untuk menyerahkan tanggung jawab kepada pasukan Afghanistan." (m/bbc)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang