Sesudah Jatuhnya Marjah?

Selasa, 02/03/2010 16:36 WIB | Arsip | Cetak

Abdul Karim Khalili, Wakil Presiden Afghanistan

Wakil Presiden Afghanistan Abdul Karim Khalili mengunjungi Marjah, dan melihat kondisi kota itu paska jatuhnya kota yang menjadi basis Taliban, di Propinsi Helmand, Selatan Afghanistan. Saat Khalili mengunjungi situasi dalam keadaan stabil. Khalili berkunjung kota sudah dikuasai penjajah AS dan Sekutunya, nampak tenang.

Khalili yang didampingi Panglima Nato Jendral Mc Chrystal, berkeliling kota Marjah, kunjungan itu, tak lama sesudah bendera Afghanistan, berkibar dan menggantikan bendera putih, milik Taliban. Ketika berkunjung ke tempat itu, tak ada aksi unjuk rasa, dan situasi tenang, karena ketatnnya penjagaan yang dilakukan marinir AS.

Marjah, dianggap sangat lah istimewa, karena itu, AS dan Sekutunya harus mengerahkan sepertiga pasukannya, yang ada di Afghanistan. Tak kurang 35.000 pasukan AS, yang terdiri pasukan darat dan marinir masuk kota Marjah. Pasukan AS itu didukung dengan kekuatan darat pasukan Afghanistan,yang jumlah tak kurang 5.000 personil, yang mereka menajadi tameng.

Operasi 'Mushtarak' (besama) itu, berlansung sangat cepat, dan nampaknya Taliban tidak memberikan perlawanan, dan akan melakukan perang gerilya, serta jangka panjang. Mereka memilih langkah perang dengan cara 'hit and run', karena mereka mengahadapi pasukan sekutu, yang jumlahnya jauh lebih besar, yang didukung persenjataan yang lengkap dan mutakhir.

Khalili yang mengunjungi Marjah bersama Mc Chrystal itu, mengunjungi orang-orang sipil yang menjadi korban kebiadaban pasukan AS, yang menggunakan rudal darat ke darat, yang banyak menimbulkan korban sipil. Khalili dan Mc Chrystal yang didampingi Mark Sedwill, yang mengurusi korban perang sipil itu, ingin mendapatkan pujian dari rakyat di Marjah, mereka mengunjungi tempat-tempat penduduk, dan memberikan bantuan kepada mereka. Ini adalah taktik penjajah, sesudah menghancurkan kemudian memberikan bantuan, dan ingin mendapat simmpati kepada rakyat.

Tapi, dapatkah pemerintah pusat di Kabul, memberikan perhatian yang serius kepada mereka? "Kami akan terus menciptakan perdamaian dan stabilitas", ucap Khalili di tengah-tengah kerumunan penduduk di kota itu. "Ini tidak bisa cepat selesai, dan tentara AS tidak akan segera pergi. Mereka akan tetap tinggal disini, sampai situasinya stabil dan kami akan menjaga anda", tambah Khalili.

Adakah rakyat di Marjah mempercayai omongan Khalili? Tak ada pertanyaan yang keluar dari mulut penduduk yang mengelilingi Khalili itu. Mereka terdiam. Mungkin kondisi bisa berubah menjadi buruk. Jendral Mc Chrystal yang disertai seorang komandan yang tidak di ketahui identitasnya itu, terus melihat perkembangan di kota Marjah.

Khalili dan Mc Chrystal terus berbicara dengan keluarga para korban, yang banyak diantara yang tewas akibat operasi militer yang dilakukan pasukan Nato. Mc Chrystal sendiri mengharapkan pertemuan itu menjadi awal yang baik, dan tidak lagi rakyat Marjah mendukung Taliban. Tapi, tak mungkin mereka dapat melupakan tindakan militer AS dan Sekutunya yang banyak membunuh sanak familiy mereka, yang jumlahnya ribuan orang, yang sampai hari ini korban terus berjatuhan.

Wakil Presiden Abdul Karim Khalili itu ingin membangun kepercayaan dengan rakyat di wilayah itu. Apakah mungkin kepercayaan bisa tumbuh dengan pemimpin dan pemerintahan yang menjadi boneka penjajah? Sementara para boneka penjajah itu hidup dengan gelimang kemewahan, dan mereka terus merampok dan korupsi, yang menjadikan  mereka penuh dengan kenikmatan, sementara rakyatnya terus menjadi korban pembantaian pasukan penjajah, yang sekarang bercokol di wilayah itu.

Marjah memang kini nampak tenang dan stabil tidak ada perlawanan, yang berarti dari Taliban, tapi tidak berarti segalanya telah berakhir. Perang masih belum usai. (m/'bbc).

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang