Setelah 17 Tahun, Dalang Penghancuran Masjid Babri Terkuak

Selasa, 24/11/2009 10:48 WIB Cetak |  Kirim

Sejumlah tokoh nasional India yang sekarang menjadi pejabat penting di pemerintahan terlibat dalam insiden penghancuran Masjid Babri di Ayodhya yang terjadi pada 6 Desember 1992. Hal itu terungkap setelah hasil laporan Komisi Penyelidik Liberhan yang menyelidiki insiden itu bocor ke publik.

Laporan Liberhan menyatakan bahwa penghancuran Masjid Babri oleh kelompok ekstrimis Hindu adalah bagian dari konspirasi, bukan tindakan spontan tapi sengaja dilakukan dan sudah direncanakan terlebih dulu. Konspirasi untuk menghancurkan masjid itu, menurut laporan tersebut, melibatkan sejumlah pucuk pimpinan dari partai BJP-partai yang berkuasa di India saat ini-antara lain mantan perdana menteri Atal Behari Vajpayee, pimpinan oposisi LK Advani dan mantan presiden BJP Murli Manohar Joshi.

Sekelompok Hindu militan pada Desember 1992 menyerbu dan menghancurkan Masjid Babri yang sudah berdiri sejak abad ke-16. Mereka mengklaim masjid itu dibangun di atas tempat kelahiran salah satu dewa India, Dewa Rama. Insiden ini memicu pertikaian komunal antara warga Hindu dan Muslim di India. Lebih dari 2.000 orang, kebanyakan Muslim, tewas dalam pertikaian tersebut.

Sepuluh hari setelah insiden penghancuran Masjid Babri, dibentuk Komisi Liberhan yang baru menyelesaikan laporannya 17 tahun tahun kemudian dan baru diserahkan pada tanggal 30 Juni kemarin. Laporan itu menyebutkan keterlibatan sejumlah tokoh nasionalis Hindu dan menuding bahwa gubernur wilayah Ayodhya tidak melakukan tindakan yang cukup untuk menghentikan aksi kelompok Hindu militan yang menyerbu masjid itu.

Laporan Liberhan yang dilansir media lokal mengguncang parlemen India dan membuat gerah tokoh-tokoh nasionalis Hindu yang saat ini menjadi pejabat penting di pemerintahan India. Pemerintah India, secara resmi belum mengeluarkan pernyataan tindak lanjut apa yang akan dilakukan atas laporan Liberhan dan terhadap mereka yang diklaim terlibat dalam insiden Masjid Babri. (ln/iol/arabnews)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG