Setelah 60 Tahun, Suriah-Libanon Sepakat Jalin Hubungan Diplomatik

Kamis, 14/08/2008 10:46 WIB | Arsip | Cetak

Suriah dan Libanon memulai babak baru dengan membuka kembali hubungan diplomatik pada Rabu (13/8), setelah terputus selama hampir 60 tahun. Selanjutnya, kedua negara akan menugaskan duta-duta besarnya ke masing-masing negara. Bersamaan dengan peristiwa ini, Libanon utara diguncang ledakan bom yang menewaskan 18 orang.

Suriah-Libanon sepakat untuk menyambung kembali tali silahturahmi setelah pertemuan antara Presiden Suriah Bashar al-Assad dan Presiden Libanon Michel Suleiman beserta penasehatnya untuk bidang politik Bussaina Shaaban, di Damaskus.

Dalam pernyataan bersama mereka disebutkan, "Kedua presiden memutuskan untuk membangun hubungan diplomasi dengan mengirimkan duta-duta besarnya, berdasarkan perjanjian PBB dan hukum internasional." Presiden Assad dan Presiden Suleiman, selanjutnya menginstruksikan kementerian luar negeri masing-masing untuk mengambil langkah yang dianggap perlu terkait dengan hukum yang berlaku di kedua negara.

Kunjungan Presiden Libanon Michel Suleiman ke Damaskus hari Rabu kemarin, adalah kunjungan pertama presiden Libanon ke Suriah sejak Suriah menarik mundur pasukannya dari Libanon pada April 2005 yang menandai berakhirnya dominansi militer Suriah di negara tetangganya, Libanon.

Meski bertetangga, Suriah-Libanon tidak menjalin hubungan diplomatik sejak lepas dari kolonialisme Perancis 60 tahun yang lalu. Pembicaraan mengenai kemungkinan pemulihan hubungan kedua negara baru dibicarakan bulan Juli lalu, saat Assad dan Suleiman bertemu di Paris.

Beberapa jam sebelum keberangkatan Suleiman ke Damaskus, sebuah bom meledak di kota pelabuhan Tripoli, sebelah utara Libanon. Ledakan yang terjadi di dekat pool bis yang akan menjemput para penumpang di kawasan bisnis di kota itu. Akibat ledakan tersebut, 18 orang tewas dan 40 orang lainnya cedera.

Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom itu. Anggota parlemen Libanon, Misbah Ahdab mengatakan, pelaku ledakan bom ingin merongrong keamanan Libanon. "Apa yang terjadi di Tripoli adalah konfrontasi antara dua kelompok yang beda pandangan. Kelompok pertama adalah mereka yang ingin mencari solusi untuk keluar dari krisis dan kelompok kedua adalah mereka yang menginginkan kekacauan di Tripoli, " tukas Ahdab.

Ia mengatakan, meski serangan bom ini terjadi di Tripoli, serangan itu merupakan serangan pada negara Libanon secara keseluruhan. (ln/al-arby/aljz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang