Nasib Muslim Swiss, Setelah Larangan Menara Masjid Lantas Apa Lagi?

Rabu, 02/12/2009 09:30 WIB Cetak |  Kirim

Kelompok sayap kiri Partai Rakyat Swiss (SVP) belum puas juga meski sudah berhasil memenangkan dukungan atas larangan pembangunan menara masjid. Partai ini sedang menyiapkan kampanye-kampanye baru untuk membatasi ruang gerak komunitas Muslim di negeri itu.

Sejumlah tokoh SVP mengatakan bahwa mereka juga akan mendorong diberlakukannya larangan burqa, jilbab, kawin paksa, sunat bagi perempuan dan melarang adanya dispensasi bagi muslimah dalam pelajaran berenang.

Anggota legislatif Swiss dari SVP, Adrian Amstutz menyatakan warga Swiss yang telah memberikan dukungan terhadap larangan menara masjid merupakan sinyal yang kuat untuk menghentikan klaim kekuatan politik Islam di Swiss dengan mengorbankan nilai-nilai dan hukum yang berlaku di Swiss.

"Komunitas Muslim harus dipaksa berintegrasi ke dalam masyarakat kita," kata Amstutz.

"Oleh sebab itu, SVP sebagai partai yang paling besar di parlemen juga akan mendorong diberlakukannya larangan burqa, jilbab, kawin paksa, sunat bagi perempuan dan larangan dispensasi khusus dalam mata pelajaran renang. Ini akan menjadi prioritas kami," sambungnya.

Terkait larangan menara masjid, Amstutz mengancam siapa saja yang mencoba untuk membatalkan larangan tersebut. Ia juga mendesak pemerintah Swiss untuk menarik diri dari Uni Eropa jika Pengadilan HAM Eropa menyatakan menentang pemberlakuan larangan menara masjid.

Uni Eropa yang beranggotakan 47 negara kemarin menyatakan keprihatinannya atas diberlakukannya larangan membangun menara masjid di Swiss yang dianggap telah melanggar hak asasi yang dilindungi oleh hukum internasional.

Islam merupakan agama kedua terbesar di Swiss setelah Kristen. Muslim di Swiss meliputi 4,5 persen dari total jumlah penduduk negeri itu, yaitu sekitar 400.000 orang. (ln/iol)


(Arsip Dunia Islam)

BPRS Harta Insan Karimah, Bersama dalam Usaha dan Ibadah

Tak banyak bank syariah seperti BPRS Harta Insan Karimah. Meski tak sebesar bank umum syariah, BPRS HIK mampu menerapkan manajemen perbankan yang baik dan akuntabel serta mampu memelihara ruh syariah dalam diri para pegawai. Satu poin yang patut ditiru oleh bank berlabel syariah lainnya.

Meredam Keraguan Demi Selamat Dunia Akhirat

0leh: Khoiriyati Kusumaningtyas. Saya termasuk golongan masyarakat yang sejak awal mendukung 100% perbankan syariah. Keraguan itu justru muncul di saat Bank Syariah booming bagaikan jamur di musim hujan, kira-kira tahun 2006-an. Saat itu saya bertanya.tanya, mengapa semua bank konvensional mengadakan program syariah

Laba yang Adil, Margin tiap Bank dan Rumus Umum KPR iB

Tanya : Berapakah margin yang ditentukan oleh KPR Syariah untuk pinjaman sebesar 100 jt dengan angsuran selama 6 tahun ? apakah masig-masig daerah penetapan margin tersebut berbeda, bagaimana dengan margin untuk lokasi di daerah Depok dan DKI, kalau tidak salah dalam Al .Quran atau Hadist disebutkan untuk besaran nilai keuntungan seseoramg dari penjualan adalah maksimal 10%

Bank Syariah di Minimarket

uchiemasdar.blogspot.com Ide ini muncul saat saya berkunjung ke kota Metro di provinsi Lampung. Siapa nyana, ternyata di kota kecil tersebut, jaringan Indomaret dan Alfamart bertebaran di mana-mana. Sebagaimana transaksi di minimarket, masyarakat sekitar sudah akrab dengan alat pembayaran seperti Debit Card BCA, BNI, dan Mandiri.

BNI iB OTO, Pembiayaan untuk Pembelian Kendaraan

BNI iB Oto merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan dengan proses yang mudah dan cepat berdasarkan syariah. Uang muka relatif ringan dan pembayaran dapat dilakukan secara debet otomatis. Keunggulan: 1. Rasa tenteram dan tenang karena dengan pembiayaan syariah terhindar dari transaksi yang ribawi. 2. Selama masa pembiayaan besarnya angsuran tetap dan tidak berubah sampai lunas.

 

Anak Ngambek Tidak Mau Sekolah

Bagaimana menghadapi sikap anak saya yang saat ini berusia 6 tahun 2 bulan, baru 2 minggu masuk SD yang jam belajarnya full day (pulang sekolah pukul 14.30). Pekan ke-2 ini dia malah ngambek (menangis dengan keras dan tidak mau ditinggal)

PELUANG