Setelah Prancis, Inggris, Swiss, Denmark, dan Belanda, Islamofobia Merambah Jerman

Minggu, 24/01/2010 12:15 WIB | Arsip | Cetak

Eropa tampakny merasa benar-benar terasa oleh perkembangan Islam yang pesat. Kali ini Jerman menjadi pusat kejadian. Bulan ini, polisi Jerman melakukan penggerebekan dan pencarian massa di masjid-masjid dan rumah-rumah Muslim di seluruh Jerman. Komputer, media informasi dan buku-buku disita.

Penggerebekan tersebut dilakukan di 30 lokasi di Baden-Wuerttemberg, Bayern, Berlin, Hesse, Lower Saxony, North Rhine-Westphalia dan Saxony.

Buku yang disita di antaranya adalah berjudul "Perempuan di bawah perlindungan Islam" yang dinyatakan "diskriminatif dan ekstremis" oleh pemerintah Jerman.

Menurut surat kabar Braunschweiger Zeitung, buku "Perempuan di bawah perlindungan Islam," pertama kali diterbitkan di Arab Saudi, harus ditempatkan dalam daftar literatur perbedaan pendapat.

Selain itu, polisi Jerman juga menangkap seorang ustadz bermana Pierre Vogel (Abu Hamza) di musim panas 2009 ketika ia tengah berkhutbah. Lebih banyak ustadz yang lain juga sudah dtangkap.

Tapi para polisi itu, sebagaimana yang mereka katakan, tidak tahu bagaimana menjerat umat Islam, karena bahkan menurut undang-undang Jerman sendiri, umat Islam tidak melakukan tindak pidana dalam kasus apapun.

Tindakan anti-Islam dari pihak berwenang di Jerman itu dilakukan dengan latar belakang pernyataan oleh presiden Prancis Sarkozy yang melarang perempuan Muslim mengenakan jilbab di negara itu.

Seperti diketahui, sebelum "masa pencerahan" datang ke Eropa, penutup kepala juga wajib bagi wanita Kristen di setiap negara Kristen, termasuk Prancis. Sarkozy memiliki kesempatan untuk melihat sendiri apakah dia pernah mengunjungi gereja Kristen di Perancis. Di sana ia bisa melihat ikon dan undang-undang dari Perawan Maria dan semua wanita suci Kristen wajib mengenakan penutup kepala.

Sebelumnya, seorang anti-Islam melarang referendum untuk mendirikan kubah masjid di Swiss. Di Inggris, institusi Islam dibubarkan. Di Denmark, ada kartun yang menghina Nabi Muhammad saw. Di Belanda, parlemennya tidak memberlakukan apapun terhadap Geert Wilders yang dangkal yang telah menghina Islam lewat film stensilannya yang berjudul "Fitna." (sa/kavkaz)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang