Setelah Swiss, Giliran Jerman Larang Pembangunan Menara Masjid

Sabtu, 13/02/2010 05:30 WIB | Arsip | Cetak

Gelombang penolakan membangun menara masjid yang sempat menerpa Swiss beberapa bulan lalu kini mengemuka di Jerman. Baru-baru ini, mayoritas warga Jerman di wilayah Volklinger yang berbatasan dengan Prancis menolak pendirian menara sepanjang 8 meter di sebuah masjid di wilayah itu.

Surat kabar Turki Cihan (12/2), mengutip sumber media Jerman, melansir penolakan mayoritas warga Volklinger atas pembangunan menara masjid di wilayah tersebut telah menyulut kontroversi di puboik Jerman secara umum.

Dari sekitar 40 ribu total penduduk wilayah Volklinger yang mayoritas berasal dari etnik Jermanik asli, lebih dari separuhnya menolak rencana pembangunan menara masjid "Suleymie" yang didirikan komunitas Muslim Turki.

Para penduduk Volklinger menegaskan bahwa "tidak ada tempat untuk menara masjid di Jerman".

Sumber tersebut juga mengatakan, sebab utama dari penolakan warga Volklinger atas pembangunan menara itu adalah karena kekhawatiran mereka akan perkembangan masjid dan agama Islam yang tercatat sangat cepat di Jerman.

Atas penolakan separuh lebih penduduk wilayah Volklinger itu, pemerintahan wilayah Volklinger pun menarik izin pembangunan menara masjid yang semula telah dikeluarkan.

Di sisi yang lain, pihak panitia pembangunan menara masjid menyayangkan penarikan kembali izin pembangunan dari pemerintahan wilayah. Dikatakannya, pencabutan izin itu tidak berdasar.

Sementara itu, tokoh masyarakat Muslim Turki di wilayah Volklinger, Adnan Araklay, menegaskan bahwa umat Muslim memiliki hak untuk membangun menara di rumah ibadahnya, sama halnya sebagaimana umat Kristen yang juga membangun menara di gereja mereka. (ags/chn)

Lainnya (Arsip)

blog comments powered by Disqus

Dunia

Terkait


Education Corner

Susah Sekolah, Susah Bangun, Mudah Tersinggung

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Bu anak laki-laki saya sekolahnya senin-kamis, 2 hari sekolah terus gak masuk, terkadang rajin, namun tiba-tiba tanpa sebab tidak mau berangkat sekolah …


Badan Wakaf Al-Quran

Wajah Calon Ustadz itu Berseri Kembali

Wajah Umar Faruk (13 tahun) siswa kelas satu SMP Ponpes Panatagama, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini berseri-seri dan tidak nampak murung lagi, setelah mendapatkan bantuan biaya pendidikan I…


Aksi Cepat Tanggap

Aksi Relawan Medis di Kampung Bandan

Kebakaran yang melanda kawasan pemukiman padat Kampung Bandan, Ancol, Jakarta Utara sudah hampir sebulan berlalu. Namun, akibatnya masih dirasakan para korban.   Tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersam…


Layanan Kesehatan Cuma-Cuma

LKC Bantu Korban Banjir Pandeglang

BANTEN – Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) Dompet Dhuafa menurunkan tim aksi tanggap bencana (Sigab) terdiri dari tim medis dan penunjang untuk membantu korban banjir Pandeglang, Banten. Tim b…


BSM Kembali Menjadi Sponsor Tunggal IBF 2012
Bank Syariah Mandiri (BSM) yang baru saja mendapatkan predikat Bank Syariah Terpopuler versi Marketeers dan Markplus Insight, kembali memberikan komitmen dan dukungan penuh un...

BRI Syariah Raih Top Brand Bank Syariah
PT Bank BRI Syariah menerima penghargaan Top Brand dalam kategori Sharia Banking dari Majalah Marketing. Penerimaan penghargaan diwakili oleh Budi Wisakseno, Direktur Kepatuh...

BSM Menerima Trophy pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kiri) menerima trophy dari Chief Operating Officer MarkPlus Michael Hermawan, pada acara Indonesia Brand Champion Award 2012, di Jakar...

BSM mendapatkan 2 Penghargaan sekaligus
Direktur Bank Syariah Mandiri Sugiharto (kedua dari kanan) berbincang dengan Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono (kanan) berbincang bersama Michael  Hermawan (kedua dari k...


Peluang